Tanah Datar (Sumbar), MINAKONEWS.COM -Bupati Tanah Datar Eka Putra SE. MM menyambut kedatangan jemaah haji asal Tanah Datar sebanyak 110 orang di Gazebo Indo Jolito Batusangkar Minggu, (24/07).
Dalam penyambutan tersebut Bupati Eka Putra menyampaikan, baginya adalah kebahagiaan tersendiri dalam penyambutan, karena sewaktu keberangkatan haji ia tengah melaksanakan tugas luar kota dan tidak bisa bertatapan langsung dengan jemaah.
Meskipun demikian, Bupati selalu mendoakan jemaah haji Tanah Datar agar selalu diberi kekuatan dan kesehatan dalam melaksanakan ibadah haji.
Bupati menyampaikan, penyambutan dan syukuran ini bukanlah hal seremonial semata, jauh saat jemaah haji asal Tanah Datar yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) dua mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Pemerintah Daerah telah telah melakukan koordinasi dengan Kementrian Agama (Kemenag).
Namun karena mempertimbangkan kondisi kesehatan, fisik, dan hal lainnya penyambutan jemaah haji diundur pada minggu berikutnya.
Ketika bapak dan ibuk mendarat di Bandara Internasional Minangkabau Bupati dan kemenag sudah berembuk. Pak Kemenag menyampaikan bahwa jemaah ini kalau pulang haji yang paling dirindukan adalah keluarganya, dan saya juga pahami itu, akhirnya saya sampaikan pesan ke Kabag Kesra bahwa kami akan menyambut khusus jemaah haji pada berikutnya,” kata Bupati.
Lebih lanjut, bupati juga mengucapkan maaf andai kata pada pelaksanaan haji tahun 2022 ini ada yang kurang berkenan dan tidak terlayani dengan baik.
Kami berharap kepada jemaah haji agar membawa nilai-nilai Islam di tengah-tengah masyarakat serta jemaah haji harus menjadi tauladan dengan membawa insan yang berakhlakul karimah,”
Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Datar Syahrul dalam laporannya mengatakan bahwa jemaah haji yang berangkat tahun ini adalah kuota rencana 2020 yang tertunda.
Pada pemberangkatan tahun ini, Tanah Datar tergabung dalam kloter 2 bersama Kota Bukittinggi, Kabupaten dan kota Padang Pariaman, dan kota padang.
Harapan kami mari kita syukuri dan kita nikmati apa yang telah kita alami, apa yang kita hadapi, dimulai dari lingkaran keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar,” katanya. (MSR).
