Indeks

456 Korban Keracunan, Operasional Dihentikan, Dapur Disegel

Petugas medis RSUD Lebong merawat siswa yang mengalami keracunan makanan MBG. Anak-anak terbaring lemas di ranjang darurat, sementara dokter dan polisi berjaga di ruang perawatan. (Ilustrasi versi AI)

Lebong (Bengkulu), MINAKONEWS.COM – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong, Bengkulu, terus bertambah. Hingga Kamis sore (28/8), total korban mencapai 456 orang, terdiri dari siswa PAUD, TK, SD, SMP, dan tiga guru.

Gejala yang dialami korban meliputi mual, muntah, pusing, dan lemas. Sebagian besar dirawat di RSUD Lebong, sementara sisanya tersebar di lima puskesmas. Dari total korban:
– 119 orang dirawat inap
– 328 orang menjalani rawat jalan
– 9 orang dirawat mandiri di rumah

Direktur RSUD Lebong, dr. Eni Efriyani, memastikan seluruh pelayanan medis diberikan gratis, sesuai instruksi Pemkab Lebong. RSUD juga telah mengirim sampel muntahan dan sisa makanan ke BPOM Bengkulu untuk memastikan penyebab keracunan.

Menu MBG yang diduga menjadi pemicu adalah pentol bakso, mi, jagung, dan sayuran, yang dibagikan kepada siswa pada Rabu pagi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, langsung memerintahkan penghentian sementara operasional MBG di Lebong dan evaluasi total terhadap dapur penyedia makanan.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, meninjau langsung para korban dan menyatakan bahwa dapur umum MBG di Desa Lemeupit telah disegel, dan ketua dapur diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kita tunggu hasil laboratorium BPOM. Untuk sementara kita tidak bisa menyimpulkan, tapi proses hukum tetap berjalan,” ujar Kapolda.

Insiden ini memicu kekhawatiran publik terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Pemerintah pusat diminta mengevaluasi standar operasional dan pengawasan distribusi makanan agar tidak membahayakan anak-anak yang menjadi sasaran utama program.(DRJ).

Penulis. : DRJ

Editor. : Red minakonews