Wawako Solok Ramadhani Kirana Putra mengajak semua yang hadir untuk merenungkan bagaimana eksistensi peristiwa isra’ mi’raj nabi Muhammad SAW di mesjid agung.(Foto : Eli)
Kota Solok (Sumbar) MINAKONEWS.COM – Pemerintah Daerah Kota Solok memperingati Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1444 H, di hadiri oleh Wakil Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra di Mesjid Agung Al-Mukhsinin Kota Solok (17/2)
Wawako Solok mengajak semua yang hadir untuk merenungkan bagaimana eksistensi peristiwa isra’ mi’raj nabi Muhammad SAW bagaimana perjalanannya
Secara akal gikiran semata,perjalanan tersebut dari Masjidil haram yang berada di Kota Mekah ke Masjidil Aqsa di Kota Palestina yang berjarak beribu ribu kilometer di tambah dengan perjalanan mi’raj perjalanan dari Masjidil Aqsa ke langit ke tujuh sampai di Sidratul Muntaha hanya di tempuh dalam waktu beberapa jam saja.
Kalau dipikir secara logika tidaklah mungkin terjadi karena di masa itu tekhnologi canggih belum ada,namun jika di pandang dengan kacamata keimanan, maka itu sangatlah mungkin terjadi dengan satu kata kunci ” Jika Allah sudah berkehendak maka apapun bisa terjadi”.apalagi peristiwa itu di alami oleh kekasih Allah Nabi Muhammad SAW.
Menurut Wawako satu hikmah dari isra’ Mi’raj yang paling penting adalah tentang kewajiban sholat lima waktu yang Allah perintahkan langsung pada Nabi Muhammad SAW.
Jika sholat didirikan dengan khusuk dan benar , maka akan dapat mengantarkan kita semua pada keteraturan, tertib , disiplin dan Istiqomah dalam menjalankan proses kehidupan sehari hari. Sebab dalam sholat terdapat prinsip keteraturan dan ketepatan dalam dimensi waktu maupun cara geraknya.
Ibadah sholat juga mengandung makna kebersamaan dan jamaah wajib mentaati , mematuhi pimpinan imam. Maka dalam rangka menanamkan rasa dan semangat keagamaan pada masyarakat , tata cara ibadah sholat hendaknya di ajarkan kepada anak anak kita sejak dini.
Dalam Tausiyah Ustadz memaparkan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi Wassalam (SAW). Dengan peristiwa Isra’ Mi’raj ini kata ustadz, umat Islam di seluruh dunia mengenal yang namanya sholat dan diwajibkan untuk melakukan sholat 5 waktu dalam sehari semalam.
Satu-satunya Rasul yang diberikan kesempatan melakukan perjalanan Isra Mikraj adalah Nabi Muhammad SAW, karena ummat Nabi Muhammad adalah ummat yang paling ribet dan cerdas.
Terbukti semakin kebelakang manusia makin cerdas dan makin lama makin maju. Tingkat kecerdasan makin meningkat tubuh manusia makin pendek dan akal makin cerdas,.
Ditambahkannya, dengan kecerdasan yang dimiliki akan menimbulkan pribadi yang tidak bagus, bagi yang cerdas makin banyak kebutuhan, makin berani dan makin sulit diatur. Dalam kehidupan sangat dibutuhkan kecerdasan yang seimbang, kecerdasan tersebut seimbang satu sama lainnya.
Saat ini kecendrungan orang tua yang ingin anaknya jadi anak hebat dicarilah sekolah yang bermutu dengan lembaga pendidikan yang seimbang. Kehidupan yang seimbang akan didapatkan melalui tiga tempat, rumah, mesjid dan diladang (tempat bekerja), ujarnya. (Eli)
