Bupati Pasaman Sabar AS Saat Memimpin Rapat Persiapan Driling Tambang Panas Bumi Di Bonjol.(Foto : Ref).
Tanah Datar (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Bupati Pasaman, Sabar AS, memimpin Rapat Persiapan Drilling/Pengeboran Proyek Panas Bumi yang digarap oleh PT. Medco Geothermal Sumatera Barat (PT. MGSu), bertempat di Kantor Bupati Pasaman baru-baru ini. Rapat strategis ini menjadi bagian dari langkah besar Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah melalui investasi energi terbarukan.
Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Pembangunan dan Perekonomian, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas PRKP2LH, Kepala Dinas DPMPTSP, Kepala Kantor ATR/BPN, Kabag Hukum, Camat Bonjol, serta pihak manajemen PT. MGSu.
Dalam arahannya, Bupati Sabar AS menegaskan bahwa proyek ini merupakan momentum penting untuk mengubah citra Pasaman, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam membuka ruang bagi investasi berkualitas.
“Selama ini Pasaman kerap mendapat stigma kurang ramah terhadap investasi. Kini kita buktikan bahwa Pasaman siap dan terbuka. Kehadiran PT. Medco Geothermal adalah langkah strategis menuju Pasaman yang lebih baik, mandiri, dan sejahtera,” ujar Bupati.
Menurutnya, keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) membuat Pasaman perlu membuka pintu investasi yang bisa menjadi motor pembangunan. Proyek panas bumi ini diyakini akan menciptakan efek domino pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, pembukaan lapangan kerja lokal, dan kemajuan sektor pendukung lainnya.
“Pemerintah akan memastikan iklim investasi tetap kondusif, inklusif, dan terjaga. Apalagi Bonjol adalah kawasan wisata potensial. Jika dikembangkan, maka sektor transportasi, UMKM, pertanian, dan ekonomi kreatif juga akan bergerak secara simultan dan saling mendukung,” lanjut Sabar AS.
Perwakilan PT. Medco Geothermal, Sigit, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun jalan sepanjang 3,62 km untuk akses tahap pertama dan 1 km tambahan menuju lokasi pengeboran tahap kedua. Proses pengeboran direncanakan dimulai akhir Juli 2025, dengan dukungan izin dari Kementerian ESDM dan dokumen Amdal.
“Kami berkomitmen melibatkan tenaga kerja lokal. Untuk pekerjaan dengan keahlian khusus, akan kami siapkan tenaga profesional,” jelasnya, didampingi Ahmad Taufik.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Pasaman, Yusnimar, menyampaikan bahwa selain Bonjol, potensi panas bumi juga dikembangkan di wilayah Cubadak (Dua Koto) dan Panti (Kecamatan Panti) melalui program Penugasan Survey Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) dari Kementerian ESDM.
“Kami berharap kegiatan eksplorasi ini berjalan lancar dan berdampak positif terhadap masyarakat. Namun kami juga mengingatkan agar PT. MGSu memperhatikan aspek lingkungan, estetika kawasan, dan nilai-nilai lokal,” tegas Yusnimar.
Kepemimpinan Bupati Sabar AS kembali menunjukkan ketegasan visi dan arah pembangunan yang berkelanjutan. Proyek panas bumi Bonjol menjadi bukti nyata bahwa Pasaman berada di jalur transformasi menuju daerah yang lebih terbuka, mandiri, dan maju secara ekonomi.(Ref).
Penulis. : Ref
Editor. : Red minakonews
