Ilustrasi warga serbu bank untuk protes pemblokiran dan tarik dana simpanan.(Foto : FA).
Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – 1 Agustus 2025. Kebijakan pemblokiran rekening dormant oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membuat sebagian warga Padang mengambil langkah drastis: menarik semua dana tabungan dari bank. Pemicu utama adalah pemblokiran sejumlah rekening milik anak-anak yang dianggap pasif meski berisi tabungan hadiah lomba dan simpanan masa depan.
Salah satu warga, Ahmad Lubis (37) mengaku geram karena rekening anaknya diblokir tanpa pemberitahuan yang cukup.
Besok saya cabut semua tabungan anak dari bank. Ini uang sah dari lomba dan penghargaan akademik. Tapi karena jarang dipakai, malah dianggap ‘nganggur’ dan diblokir. Kami sebagai warga jadi kehilangan rasa aman,”_ ujarnya.
Rekening Dormant dan Kebijakan PPATK
PPATK menyebut pemblokiran dilakukan terhadap rekening yang tidak aktif selama 3–12 bulan, dalam upaya mencegah tindak pidana pencucian uang, jual beli rekening ilegal, dan transaksi perjudian daring.
Namun, warga merasa kebijakan itu terlalu teknis dan tidak menyentuh realitas sosial. Banyak dari rekening tersebut adalah milik anak-anak dan pelajar yang sengaja disimpan untuk keperluan masa depan.
Dalam penjelasan resminya, Kepala PPATK _Ivan Yustiavandana_ menegaskan bahwa dana nasabah tetap utuh dan tidak disita :
Kami sudah buka kembali jutaan rekening yang diketahui atau dimohonkan pemiliknya. Rekening hanya diblokir sementara, bukan disita,” ungkap Ivan.
Solusi dan Upaya Klarifikasi
PPATK membuka akses bagi warga yang rekeningnya terdampak untuk mengajukan keberatan dan reaktivasi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
– Isi formulir keberatan online : [form.ppatk.go.id](https://form.ppatk.go.id)
– Verifikasi ulang data (CDD/KYC):* langsung ke bank terkait
– Sertakan dokumen pendukung:* seperti KTP, buku tabungan, dan bukti asal dana
Organisasi masyarakat dan tokoh lokal mendorong agar bank dan PPATK meningkatkan transparansi dan memberikan notifikasi sebelum pemblokiran dilakukan. Selain itu, warga berharap ada kebijakan khusus untuk rekening anak yang tidak aktif karena alasan edukatif atau menabung jangka panjang.
-Seruan Komunitas : Waspada, Bukan Panik.
Sejumlah orang tua di Kecamatan Pauh, Lubuk Begalung, dan Kuranji mulai memindahkan dana ke rekening alternatif atau menarik secara fisik untuk alasan keamanan. Di sisi lain, edukator keuangan menyarankan warga untuk tetap tenang dan melakukan transaksi ringan secara berkala agar rekening tetap aktif.
Kalau tujuannya baik, beri ruang klarifikasi. Jangan sampai uang anak yang bersih malah jadi korban sistem,” pungkas Ahmad.(FA).
Penulis. : FA
Editor. : Red minakonews
