Indeks

Sastri Sunarti Sweeney : Merawat Identitas Minang Lewat Rendang*

Sastri Sunarti Sweeney.(Foto : FA).

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Di balik kelezatan rendang yang mendunia, ada sosok-sosok yang tak hanya memasak, tapi juga merawat makna dan sejarahnya. Salah satunya adalah Sastri Sunarti Sweeney, akademisi dan editor budaya asal Sumatera Barat yang aktif mengkaji kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas Minangkabau.

Sastri dikenal sebagai editor buku _Bunga Rampai Kuliner, Pengobatan, dan Teknologi Tradisional_, sebuah karya kolaboratif yang menghimpun pengetahuan lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam buku tersebut, rendang tidak hanya dibahas sebagai resep, tetapi sebagai simbol sosial, narasi budaya, dan warisan intelektual masyarakat Minang.

Sebagai peneliti yang aktif di Universitas Andalas dan terlibat dalam program riset BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Sastri menekankan pentingnya mengarsipkan tradisi kuliner agar tidak hilang ditelan modernisasi. Rendang, menurutnya, adalah contoh bagaimana makanan bisa menjadi medium komunikasi, identitas, dan bahkan diplomasi budaya. Dalam salah satu diskusi budaya yang ia moderatori, Sastri menyebut bahwa rendang bukan sekadar lauk, melainkan cerita tentang kesabaran, gotong royong, dan filosofi hidup orang Minang.

Kontribusi Sastri tidak berhenti di dunia akademik. Ia juga aktif dalam kegiatan pelestarian tradisi lisan, sastra daerah, dan dokumentasi pengetahuan lokal. Perannya sebagai editor dan fasilitator menjadikan dirinya sebagai jembatan antara generasi muda dan warisan budaya yang kaya.

Sastri Sunarti Sweeney lahir dan besar di Sumatera Barat, dan kini berdomisili di Jakarta. Ia merupakan istri dari almarhum Amin Sweeney, seorang pakar sastra Melayu yang dikenal luas di Asia Tenggara. Mereka memiliki seorang anak, Fauzia Maíre Sweeney. Sastri aktif menulis dan mengarsipkan pengetahuan budaya melalui berbagai jurnal ilmiah dan platform akademik seperti Academia.edu.

Dengan pendekatan yang ilmiah sekaligus humanis, Sastri Sunarti Sweeney menunjukkan bahwa pelestarian rendang bukan hanya tugas dapur, tapi juga tugas intelektual. Ia membuktikan bahwa kuliner bisa menjadi pintu masuk untuk memahami jati diri bangsa (FA).

Penulis. : FA

Editor. : Red minakonews