Indeks

Parade Fashion Padang Fashion Summit 2025 Tampilkan Desainer Nasional dan Internasional

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – 4 Agustus 2025 Malam puncak Padang Fashion Summit 2025 menghadirkan *Fashion Parade* spektakuler yang menampilkan karya dari desainer nasional, internasional, UMKM lokal, hingga pelajar kreatif. Acara berlangsung di Gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan dan menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Padang ke-356.

Deretan Desainer dan Kolaborasi yang Tampil.

1. Deden Siswanto (Jakarta)
Membuka parade dengan koleksi bertema _Urban Nomad_, memadukan siluet etnik dan gaya metropolitan. Deden dikenal sebagai desainer yang konsisten mengangkat wastra Indonesia dalam potongan modern.

2. Sarifah Kirana (Malaysia) / Mira Muraza.
Kolaborasi lintas negara ini menampilkan busana bertema _Rantau dan Akar_, dengan sentuhan Melayu-Minang yang anggun dan elegan. Karya mereka menjadi simbol persahabatan budaya serumpun.

3. Kala Svarna (Novia Hertini / Doni DYR)
UMKM asal Padang ini menampilkan batik Minangkabau dengan pewarna alami dan motif kontemporer. Koleksi mereka mengusung tema _Langgam Alam_, dengan warna-warna bumi dan tekstur lembut.

4. SMK 6 Padang (Fomalhaut Zamel / SKD Syar’i)
Pelajar kreatif dari SMK 6 Padang tampil percaya diri dengan koleksi bertema _Rempah dan Rasa_. Desain mereka menggabungkan elemen tradisional dengan gaya modest fashion yang kekinian.

5. Ganevo Management x Ayao Refry.
Kolaborasi ini menghadirkan koleksi -Neo-Minang_, yang memadukan streetwear dan elemen budaya lokal. Ayao Refry, sebagai creative director, menampilkan gaya eksperimental yang memikat penonton.

Fashion Parade dimulai pukul 20.00 WIB dan menjadi sorotan utama malam itu. Penonton memenuhi area Youth Center, termasuk tamu undangan dari komunitas fashion, pemerintah daerah, dan media.

Pernyataan Panitia

Ketua Panitia HJK Padang ke-356, Didi Aryadi, menyampaikan bahwa parade ini menjadi bukti bahwa Padang mampu menjadi panggung fashion yang inklusif dan berkelas.

Fashion Parade ini bukan hanya soal busana, tapi tentang identitas, kreativitas, dan kolaborasi lintas generasi,” imbuhnya.(FA).

Penulis. : FA

Editor. : Red minakonews