Jembatan Nagari Cubadak yang viral karena bidan desa nekat berenang menyeberangi sungai di bawahnya.(Foto : FA).
Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat, termasuk membangun kembali dua jembatan yang putus dan sempat viral di Kabupaten Pasaman dan Pesisir Selatan, baru-baru ini.
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menyampaikan, dirinya akan turun langsung ke lokasi bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, serta Bupati setempat.
Pada 13 Agustus 2025, rombongan akan meninjau *jembatan yang terputus di Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman*, yang sebelumnya viral karena aksi heroik seorang bidan bernama Dona Lubis. Ia nekat menyeberangi Sungai Batang Pasaman demi mengobati pasien tuberkulosis, lantaran jembatan sepanjang 15 meter yang menjadi satu-satunya akses warga terputus akibat banjir.
Alhamdulillah, kami akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan percepatan pembangunan jembatan ini. Ini bagian dari komitmen Presiden Prabowo agar pembangunan di Sumatera Barat tidak tertinggal,” ujar Andre Rosiade.
Pada 14 Agustus 2025, Andre bersama tim juga akan meninjau *jembatan rusak di Kabupaten Pesisir Selatan*, yang dilaporkan menghambat akses warga dan distribusi logistik di wilayah pesisir.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Putusnya jembatan di Pasaman telah mengisolasi dua kejorongan, yaitu Kejorongan Sinuangon dan Kejorongan Batang Kundur, yang dihuni oleh sekitar 150 kepala keluarga. Warga kini terpaksa menyeberangi sungai dengan risiko tinggi. Harga bahan pokok melonjak hingga 150 persen, dan tarif ojek naik dari Rp100.000 menjadi Rp250.000 per orang.
Wali Nagari Cubadak Barat, Kesria Novi, menyebut pihaknya telah membangun jembatan darurat dan berharap pemerintah segera turun tangan. Wakil Gubernur Sumbar juga telah meminta Bupati Pasaman menyusun proposal pembangunan agar bisa dikawal langsung ke tingkat pusat.
Komitmen Nyata
Ini bukan sekadar janji, tapi aksi nyata. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak lagi bertaruh nyawa hanya untuk beraktivitas sehari-hari,” tegas Andre.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal dan rawan bencana, sekaligus bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat (FA).
Penulis. : FA
Editor. : Red minakonews
