Indeks

Prof. Yenni Rozimela : Padusi Minang Harus Melek Digital, Teguh Beradat

Prof. Yenni Rozimela.(Foto : FA).

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – 9 Agustus 2025 Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat menjadi saksi semangat kebudayaan yang membara dalam peringatan 80 Tahun Indonesia Merdeka. Dalam acara bertajuk ,Puisi Merah Putih: Padusi Baca Puisi, Prof. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D., tampil membawakan orasi budaya yang menggugah, bertema, Tantangan Padusi Minang di Era Digital.

Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UNP) ini menyoroti bagaimana perempuan Minangkabau menghadapi era digital yang penuh peluang sekaligus ancaman terhadap nilai-nilai adat dan budaya. Ia menyampaikan bahwa tantangan bukan sekadar hambatan, tetapi panggilan untuk meningkatkan kapasitas diri.

Bahasa satu tingkat dan joget-joget di medsos mungkin tampak sepele, tapi itu bisa menggeser citra perempuan Minang yang selama ini dikenal lembut tapi tegas,” ujar Yenni dalam orasinya.

Menurutnya, perempuan Minang memiliki karakter kuat yang tercermin dalam ungkapan adat seperti _“Limpapeh rumah nan gadang”_ dan _“Alu tataruang patah tigo, samuik dipijak indak mati.”_ Namun di era digital, nilai-nilai tersebut menghadapi tantangan dari gaya hidup modern, keterpaparan informasi yang masif, dan perubahan pola komunikasi.

Meski demikian, era digital juga membuka peluang besar. Perempuan Minang kini dapat berdagang secara online, belajar hal baru, bekerja dari rumah, dan menikmati hiburan dengan lebih mudah. Yenni menekankan pentingnya keterampilan teknologi informasi (IT) agar perempuan Minang tetap bisa berperan aktif dalam keluarga dan masyarakat.

Perlu peningkatan kesadaran tentang budaya Minang bagi perempuan Minang dengan berbagai cara. Perlu strategi bersama untuk menjaga nilai-nilai budaya Minang pada era digital ini,” tutupnya.

Prof. Yenni Rozimela menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Padang, lalu meraih gelar Master dan Doktor dari The University of Melbourne, Australia. Ia dikenal sebagai akademisi, peneliti sastra, dan penggerak pelestarian budaya Minangkabau yang aktif dalam berbagai forum ilmiah dan kebudayaan.

Acara, Padusi Baca Puisi, yang digelar oleh Himpunan Media Sumbar (Hamas) ini juga diisi dengan parade pembacaan puisi oleh perempuan dari berbagai latar belakang, serta penyerahan Limpapeh Achievement Award kepada empat tokoh perempuan Sumbar: Hj. Nevi Zuairina, Hj. Emma Yohanna, Prof. Dr. Diana Kartika, dan Annisa Suci Ramadhani. Penghargaan diserahkan langsung oleh Hj. Harneli Mahyeldi, Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar.

Dengan orasi budaya yang kuat dan penuh refleksi, Prof. Yenni Rozimela mengingatkan bahwa padusi Minang bukan hanya penjaga dapur dan rumah gadang, tetapi juga penjaga nilai, pemimpin perubahan, dan pelaku aktif dalam era digital yang terus bergerak.(FA).

Penulis. : FA

Editor. : Red minakonews