Sts. Dt. Rajo Indo, SH.,MH
Oleh: Sts.Dt.Rajo lndo, S.H, M.H
Sopir angkutan umum disini mencakup bagi Angkot, Angdes, Angkab dan Angkprov
(angkutan kota, angkutan pedesaan dan angkutan umum antar kabupaten dan sopir angkutan umum Provinsi). Sopir itu dalam tugasnya sama-sama berusaha penumpangnya selamat sampai ditujuan, tidak ada kecualinya.
Sopir angkutan umum memang tidak semuanya berijazah S-1. Bahkan ada yang tidak berijazah formal sama sekali. Namun tugas dan tanggung jawabnya sama beratnya.
Pendidikan formal memang melahirkan pola pikir dan watak yang berbeda dengan seseorang yang terpengaruh oleh lingkungan. Sebab bukan tidak ada lingkungan me ngajarkan yang berorientasi “Nan kalamak dek awak sajo”. Untuk itu rasanya perlu di antisipasi dengan pendidikan kemanusia an yang tercamtum dalam sila ke-2 dari Pancasila.
Apalagi belum tertutup kemungkinan terjadinya musibah bagi penumpang ang kutan umum itu. Baik bagi penumpang yang akan naik kendaraan umum itu, mau pun penumpang umum yang akan turun dari kendaraan umum itu. Hal ini sebagai bukti tidak mengabaikan kewaspadaan untuk keselamatan.
Mobil penumpang umum itu bisa saja berhenti pada suatu tempat yang tidak di duga-duga. Baik atas kesepakatan dengan seseorang, maupun kesepakatan dengan sekelompok orang. Disitu tidak bisa dipas tikan tidak akan terjadi musibah bagi penumpang umum.
Sebab ada-ada saja yang menjadi penyebabnya. Bisa saja terjadi karena penumpang belum sempurna turun dari angkutan umum itu. Sementara sopir telah menancap Gas kendaraan yang disopiriya hingga penumpang terjatuh.
Atau mobil kendaraan angkutan umum itu belum sempurna berhentinya. Semen tara penumpang umum itu sudah turun dari angkutan tersebut hingga penumpang umum itu terpeleset. Ada pula mobil baru berhenti sopir langsung saja kemeja tem pat minum/makannya.
Disamping itu diantaranya, ada karena faktor kesehatan dan faktor faktor umur nya yang sudah “larut senja” dan tenaga nya yang sudah lemas tiba tiba terjatuh dan cidera mengeluarkan darah.Korban itu membutuhkan bantuan. Terutama sekali dari sopir sebagai penanggung-jawab keselamatan penumpang sampai ketujuan.
Namun bukan tidak ada sopir yang tidak mau tahu dengan penumpang yang ditim pa musibah itu. Hingga terkesan sopir itu tidak acuh dengan penumpangnya itu. Ka lau terjadi hal serupa itu, yang akan cidera merk mobilnya dan yang akan menanggung citra buruk pemilik perusahaanya.
Akan tetapi itu hanya karena sopir yang lupa akan sila ke-2 dari Pancasila yakni “kemanusiaan yang adil dan beradab”. Begitu pentingnya pendidikan moral Pancasila. Moral Pancasila itu dulu dikenal dari pena taran P-4 yang berkaitan erat dengan kemanusiaan.
Kemanusiaan itu mau tidak mau, suka tidak suka selalu terkait dan bersentuhan dengan manusia di negara Pancasila. Dari yg muda sampai yang tua. Dari yang punya tanggung-jawab dekat dan dari yang tang gung- jawab panjang rentang waktunya sama.
Yang bertanggung-jawab kecil sampai ke pada yang bertanggung-jawab besar sama-sama sopir angkutan juga namanya. Tidak ada kecualinya, apa sopir angkutan desa, angkutan kota, angkutan kabupaten, angkutan provinsi dan angkutan antar pulau sekalipun, kesemuanya sopir angkutan umum yang dimaksud. Jadi tanggung-jawab sopir itu sama-sama selamat sampai ditujuan. Jika tidak selamat sampai pada tujuan nama baik sopir akan cacat, kecuali karena bencana alam. Walaupun pendidikannya tidak sama tingginya, namun tanggung-jawabnya sama beratnya. Karena itu akan kah semua sopir angkutan umum diberi kan ilmu pendidikan tentang perikemanusiaan.
Apalagi ada lingkungan yang menggorengnya agar lupa kemanusiaan. Akibat lupanya akan kemanusiaan yang menjadi dasar kehidupan dan berkaitan dengan ke selamatan penumpang umum. Sebab lupa kemanusiaan sampai menspelekan manusia penumpangnya. Padahal penumpang nya itu manusia. Sekarang bagaimana so pir tidak lupa akan kemanusiaan.
Sementara menurut penumpang “Tang gung jawab Sopir selamat sampai pada tujuan”. Oleh sebab itu dalam diri Sopir ha rus ada ada rasa kemanusiaan. Kalau rasa kemanusiaan tidak ilang dari dalam diri so pir, sekurang-kurangnya dapat dipastikan tidak akan ada unggal-unggalan.
Rasa kemanusiaan itu selalu berorientasi kepada kebaikan, kepedulian dan kesetiaan. Sifat yang tidak angkuh serta suka menolong, timbang rasa. Hal itu berkaitan erat dengan Perikemanusiaan.
Perikemanusiaan adalah jiwa yang me rasakan antara manusia dengan manusia lainnya dan menimbulkan tolong meno long. Sifat yang layak bagi manusia adalah yang tidak semena mena. Sementara hukum perikemanusiaan internasional ada lah sebuah cabang dari perlindungan bagi korban perang dan mengenai perbatasan, alat (sarana).
Justru itu biasa datang kegelisahan keti ka perlakuan manusia yang tidak santun dan tidak beradab. Sedangkan perikemanusiaan itu sudah ada sejak zaman dulu kala. Guna dan mamfaat kemanusiaan yang berarti kesadaran akan nilai kemanusiaan.
Sementara yang berprikemanusiaan di sebutkan orang yang berjiwa netral. Karena antara manusia dan manusia lainnya ada hubungan. Sifat kemanusiaan itu sebenarnya sudah ada tertuang dalam sila ke-2 Pancasila.
1.Fungsi sila ke-2 menjaga keadilan, 2. mencegah terjadinya tindakan kekerasan, 3.membuat kesetaraan derjat manusia 4. menjaga norma. Sehubungan dengan itu sampai dimana kemanusiaan seorang so pir seharusnya.
Rasa kemanusiaan itu adalah hasil dari pertumbuhan rohani, pertumbuhan kebudayaan, Tanah Datar Luhak Nan Tuo atau se bagai orang Timur. Timur dari pertumbuhan kebaikan, dari tingkat rendah keting kat tinggi dalam menyalurkan level sejarah manusia.
Dari bidang kesehatan diketahui mena makan, “pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan dan keseimbangan”. Karena hal itu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih baik dan harmonis. Disana terpancar nya nilai-nilai keadilan, rasa hormat, empati, kemampuan untuk memahami berbagi perasaan. (sopir angkutan umum bagaimana semestinya).
Sementara kepedulian terhadap sesama adalah sala satu nilai luhur yang menunju kan sikap terpuji dan beradab dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam hal itu ju ga terdapat kata adil yang bisa diartikan sebagai manusia butuh bantuan dan diban tu dengan tanpa perlu melihat latar bela kang orang yang dibantu itu. Disebabkan hal itu merupakan nilai kemanusiaan da lam kehidupan sebagai sama-sama makhluk ciptaan Alloh.
Mengakui berperasaan yang sama dan menerapkan rasa kemanusiaan dalam kehidupan. Berkontribusi untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman dan damai. Namun tentunya bagi yang berpegang teguh pada Pancasila yang rela menolong siapapun kapanpun dan dimanapun.
Mencintai dan tidak semena-mena ter hadap orang lain dan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Hal itu juga sekaligus mengakui terhadap adanya harkat, marta bat manusia sebagai makhluk yang mulia ciptaan Alloh YM kuasa. Bahkan memaklumi apa yang dirasakan orang lain serta membayangkan yang diderita orang lain. itulah Sopir yang berperikemanusiaan.
Penerapan nilai-nilai kemanusiaan yang mencakup berbagai tindakan dan sikap menghargai, hak persamaan derajat setiap individu. Menjujung tinggi kesetaraan dan mengembangkan sikap kemanusiaan yang adil dan beradab. Adil untuk diri termasuk adil untuk orang lain dan itulah yang men cerminkan keyakinan tentang hak asasi, martabat, empati, solidaritas dan keadilan.
Ban baru benennyo elok, dek tasapik mangkonyo cayie.Ikolah dendang situkang tumbok mancari lubang nan boco dalam ayie. Tukang tumbok duduak marungkuok Nan rokok disalainyo juo. Magalambuang dalam ayie nan maruok, Itu manandokan benen nan alah boco.(***).
Penulis. : Sts.Dt.Rajo Indo, SH.,MH
Editor. : Red minakonews
