Rektor Unand, Dr. Efa Yonnedi, SE., MPPM., Akt., CA., CRGP.. lepas mahasiswa Unand yang dikomandoi Presiden BEM KM Unand, Dedi Irwansyah untuk berdemo 1 September 2025.(Ilustrasi AI)
Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Aksi demonstrasi mahasiswa di DPRD Sumatera Barat hari ini mendapat dukungan simbolik dari dua kampus besar di Padang. Mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP) dilepas langsung Rektor masing-masing sebelum bergerak menuju lokasi aksi.
Rektor Unand, Prof. Efa Yonnedi, dan Rektor UNP, Prof. Krismadinata, hadir dalam pelepasan tersebut dan memberikan arahan kepada mahasiswa agar tetap menjaga etika dalam menyampaikan aspirasi. Mereka menegaskan bahwa kampus mendukung gerakan mahasiswa selama dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.
Rektor UNP menyampaikan pesan agar mahasiswa tidak melakukan tindakan anarkis.
“Jangan anarkis, jangan merusak peralatan, gedung, fasilitas-fasilitas umum jangan dirusak. Yang penting apa yang kita perjuangkan tercapai,” ujar Krismadinata.
Sementara itu, pelepasan dari pihak Unand juga dikonfirmasi melalui unggahan akun resmi BEM dan Info Unand di media sosial. Mahasiswa tampak mengenakan atribut pita merah sebagai simbol solidaritas dan bergerak secara terorganisir menuju DPRD Sumbar.
Kampus sebagai Ruang Demokrasi
Langkah para rektor ini dinilai sebagai bentuk pengakuan terhadap hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat secara terbuka. Ditengah sorotan publik terhadap elite politik, kampus justru menunjukkan, ruang akademik bisa menjadi tempat pembelajaran demokrasi yang nyata.
Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tapi juga turun ke jalan dengan membawa nilai-nilai etis yang dijaga. Aksi hari ini menjadi bukti gerakan sipil bisa berjalan berdampingan dengan institusi pendidikan, selama komunikasi dan tanggung jawab dijaga.(DRJ).
Penulis. : DRJ
Editor. : Red minakonews
