Indeks

Kapolda Sumbar Belum Temui Mahasiswa, Aksi Tetap Kondusif

(Dok. Wikipedia)

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM –
Setelah sempat menemui langsung massa aksi Jumat malam (29/8), Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta belum kembali menemui mahasiswa secara langsung pada aksi lanjutan hari ini, Senin (1/9). Meski begitu, demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Sumbar tetap berjalan kondusif dan damai.

Ribuan massa dari aliansi Cipayung Plus, pengemudi ojol, dan masyarakat sipil memadati kawasan DPRD sejak siang. Mereka menyuarakan protes terhadap kenaikan tunjangan DPR, pajak yang dianggap mencekik, serta perilaku pejabat yang dinilai tidak etis. Aksi ini juga diwarnai simbol pita merah yang dikenakan di kepala, lengan, dan tas peserta aksi sebagai bentuk solidaritas.

Gerbang Mapolda Sempat Rubuh, Tapi Dialog Tetap Terjadi

Pada aksi sebelumnya, gerbang utama Mapolda Sumbar sempat rubuh akibat dorongan massa yang kecewa karena tidak ditemui langsung oleh pimpinan kepolisian. Namun, insiden tersebut tidak berujung bentrok. Justru pada malam harinya, Kapolda turun langsung menemui mahasiswa dan menyampaikan permintaan maaf atas tewasnya Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta.

Kapolda juga menegaskan bahwa pelaku sudah diproses oleh Propam Mabes Polri dan hasilnya akan diumumkan ke publik.

Demokrasi Minangkabau: Musyawarah sebagai Landasan Aspirasi

Meskipun Kapolda belum kembali hadir hari ini, semangat musyawarah tetap terasa dalam aksi. Orasi mahasiswa dan tokoh masyarakat banyak mengutip nilai-nilai adat Minangkabau yang menempatkan dialog sebagai jalan utama menyelesaikan konflik.

Pepatah seperti:
“Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik”
dan
“Alun takilek, alah takalam”
menjadi pengingat bahwa masyarakat Minang terbiasa menyampaikan pendapat dengan kepala dingin dan hati terbuka.

Kesimpulan

Hingga malam ini, belum ada laporan bahwa Kapolda kembali menemui mahasiswa. Namun, demonstrasi tetap berlangsung damai dan penuh semangat aspiratif. Sumatera Barat kembali menunjukkan, demokrasi bisa dijalankan tanpa bentrokan, dengan musyawarah sebagai fondasi sosial dan budaya.(d®amlis).

Penulis. : d®amlis

Editor. : Red minakonews