Indeks

Revitalisasi Pasar Raya Padang: Dari Rencana 2022 ke Realisasi 2025

Sesudut Pasar Raya Padang: Eksekusi dan Ekspansi Perdagangan Modern
(Foto: d®amlis).

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – 3 September 2025_
Setelah melalui proses panjang sejak 2022, Pemerintah Kota Padang akhirnya merealisasikan pembangunan Pasar Raya Padang Fase VII sebagai bagian dari transformasi kawasan perdagangan rakyat. Pasar yang sempat rusak berat akibat gempa bumi tahun 2009 itu kini berdiri kembali dengan wajah baru, mengusung konsep pasar modern tipe A dan green building.

Rencana pembangunan Fase VII pertama kali diumumkan Wali Kota Padang saat itu, Hendri Septa, dalam pertemuan dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti di Jakarta, 22 Februari 2022. Dalam pertemuan yang difasilitasi anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Pemko Padang diminta menyiapkan Detail Engineering Design (DED), kepemilikan lahan, amdal, dan analisis dampak lalu lintas. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 200 miliar dari APBN.

Setelah rampungnya pembangunan Fase VII, Pemko Padang menerima pengelolaan dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat dan mulai menata ulang seluruh zona pasar. Bangunan empat lantai ini dilengkapi semi-basement, area dagang, dan fasilitas parkir yang mampu menampung 298 kendaraan roda dua dan 120 kendaraan roda empat. Penjabat Wali Kota Padang, Andree Harmadi Algamar, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR, Kementerian Perdagangan, dan Andre Rosiade atas dukungan pembangunan ini.

Sebagai bagian dari revitalisasi menyeluruh, Pemko Padang menjalin kerja sama strategis dengan PT Graha Buana Propertindo untuk mengelola dan menghidupkan kembali Sentral Pasar Raya (SPR) Plaza Padang. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan pada 29 Juli 2025 dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Kami ingin SPR Plaza kembali menggeliat dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Upaya ini akan kami sinergikan dengan penataan kawasan Pasar Raya secara menyeluruh,” ujar Fadly Amran.

Program ke depan meliputi penataan ulang zona dagang di sekitar SPR Plaza, Merlin, dan Koppas Plaza, pengisian tenant strategis, serta pengembangan kawasan wisata belanja yang ramah pejalan kaki dan tertib. Revitalisasi ini juga diintegrasikan dengan Program Unggulan Padang Rancak dalam RPJMD 2025–2029.

Di tengah proses modernisasi, Pasar Raya Padang juga menghadapi dinamika harga komoditas. Sejak akhir Agustus, harga cabai dan bawang merah mengalami lonjakan signifikan. Pemerintah Kota Padang melalui program “Belanja Cerdas” dan kampanye “Dukung Petani Lokal” mengimbau masyarakat untuk tetap belanja bijak dan mendukung pasar tradisional sebagai bagian dari ketahanan ekonomi kota.

Transformasi Pasar Raya Padang bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal visi: menjadikan kawasan ini sebagai pusat perdagangan rakyat yang modern, inklusif, dan berdaya saing. Dengan dukungan lintas kementerian, mitra swasta, dan partisipasi masyarakat, langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi ekonomi kota dan kesejahteraan pelaku usaha lokal.(DRJ).

Penulis. : DRJ

Editor. : Red minakonews