Pengunjung Sumbar Creative Festival 2025 berpose di depan booth Bank Indonesia yang menampilkan produk UMKM unggulan, mulai dari wastra, batik, hingga kerajinan tangan. Festival ini menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah dalam mendorong ekonomi kreatif nagari menuju pasar global (Foto: Ist).
Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Sumbar Creative Festival (SCF) 2025 resmi ditutup pada Minggu malam (14/9) setelah berlangsung selama tiga hari di Kota Padang. Festival ini menjadi ajang strategis bagi pelaku ekonomi kreatif nagari untuk menampilkan produk unggulan dan memperluas akses pasar, baik nasional maupun internasional.
Dengan tema “Merajut Kekuatan Nagari: UMKM Hijau, Inklusif, dan Kompetitif”, SCF 2025 menghadirkan 58 UMKM dan sejumlah jenama ternama dalam 51 booth pameran, yang terbagi ke dalam tiga kategori utama: Sumbar Fashion & Ethnic, Sumbar Recycle & Green Creative, serta Sumbar Palanta Food & Coffee. Produk yang ditampilkan meliputi wastra, kerajinan tangan, produk daur ulang, kuliner khas, hingga kopi lokal.
Festival ini berhasil menarik 1.456 pengunjung dan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,9 miliar, termasuk komitmen ekspor potensial senilai USD 86.493 atau sekitar Rp1,41 miliar melalui sesi business matching. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyebut SCF 2025 sebagai wujud nyata dari kerangka kerja DAUN (Dari Nagari Untuk Negeri), yang bertujuan mendorong UMKM berbasis kearifan lokal agar mampu bersaing secara global. “Dengan semangat DAUN, kami ingin UMKM dari nagari bisa tumbuh lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Majid seperti dikutip dari TopSatu.com (15/9/2025).
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, yang hadir dalam penutupan acara, menegaskan bahwa SCF 2025 merupakan program strategis daerah untuk menggali potensi dan memperkuat sinergi lintas sektor. Ia juga menyoroti pentingnya akselerasi ekonomi digital melalui fitur baru seperti QRIS Tap, yang diperkenalkan selama festival berlangsung.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turut mengapresiasi penyelenggaraan SCF 2025 sebagai bentuk komitmen BI dan Pemprov Sumbar dalam memajukan UMKM lokal. “Sinergi erat didukung digitalisasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Mahyeldi dalam sambutannya yang dilaporkan oleh Langgam.id (15/9/2025).
Beberapa UMKM yang mendapat penghargaan antara lain Eky Kreasi dari Solok Selatan (Kategori Top Sales Performance) dan Komak Toroiji dari Kepulauan Mentawai (Kategori Most Engaging Booth). SCF 2025 bukan sekadar pameran, tapi juga ruang kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah. Festival ini menunjukkan bahwa UMKM nagari tak hanya menjaga identitas budaya, tapi juga mampu menjadi motor ekonomi daerah yang tangguh dan adaptif. PadangMedia.com juga mencatat bahwa antusiasme pengunjung menunjukkan potensi besar ekonomi kreatif Sumbar untuk terus berkembang.(d®amlis).
Penulis. : d®amlis
Editor. : Red minakonews
