Infografis: Prevalensi stunting di Sumbar tahun 2025 masih berada di angka 24,9 persen, berdasarkan data Rakor Regional TPPS yang digelar di Padang, 9 Oktober 2025 (d®amlis/AI).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama pemerintah pusat menandatangani komitmen percepatan penurunan stunting dalam Rapat Koordinasi Regional Program TPPS yang digelar di Pangeran Beach Hotel Padang, Kamis (9/10). Meski tren penurunan sudah terlihat sejak 2018, prevalensi stunting di Sumbar masih berada di angka 24,9 persen dan belum menunjukkan penurunan signifikan dalam satu tahun terakhir.
Rakor bertema “Cegah Stunting Itu Penting” ini dihadiri Gubernur Mahyeldi Ansharullah, perwakilan dari Sekretariat Wakil Presiden, serta pejabat dari Kementerian Dalam Negeri dan BKKBN. Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa stunting bukan hanya soal kesehatan anak, tetapi juga ancaman terhadap produktivitas ekonomi Sumbar di masa depan.
Penderita stunting pada anak, kata Mahyeldi, dapat mengakibatkan perkembangan sel otak yang tidak optimal, sehingga menurunkan produktivitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga ketahanan pangan. Dalam rakor tersebut, juga ditegaskan pentingnya pelibatan aktif pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan intervensi gizi berjalan efektif di lapangan.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
