Ketua LPPM Unand, Prof. Marzuki, bersama Direktur Hilirisasi Riset, Muhammad Makky, memaparkan panduan pendanaan RIKUB 2025 dalam webinar sosialisasi yang digelar LPPM Universitas Andalas (Dok. LPPM Unand).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Universitas Andalas berhasil meloloskan tujuh proposal riset unggulan dalam Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) 2025 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Proposal-proposal ini mencakup bidang ketahanan pangan, energi terbarukan dan penguatan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam Sumbar.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand, Prof. Marzuki, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti bahwa Unand tetap konsisten dalam menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya agar hasil riset tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi bisa diadopsi oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Salah satu proposal yang lolos berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian, yang mengembangkan sistem pengeringan jagung hemat energi untuk petani di daerah pesisir. Sementara itu, tim dari Fakultas Teknik tengah menguji prototipe turbin angin skala kecil untuk desa-desa terpencil di Mentawai.
Dalam skema pendanaan RIKUB 2025 yang diumumkan awal September lalu, Unand menempati peringkat kedua nasional, tepat di bawah Universitas Gadjah Mada. Meskipun angka resmi belum dirilis, estimasi total pendanaan yang diterima Unand diperkirakan mencapai Rp1,75 miliar hingga Rp3,5 miliar, tergantung skala dan mitra riset masing-masing proposal.
Rektor Unand, Dr. Efa Yonnedi, menyambut capaian ini dengan optimisme. Ia menegaskan bahwa Unand akan terus memperkuat ekosistem riset kolaboratif lintas fakultas dan mendorong hilirisasi hasil penelitian ke sektor industri dan publik.
Penulis: d®amlis
Edito. r: Red. Minakonews.com
