Indeks

Editorial Minakonews: Politik Dinasti atau Demokrasi Baru

Donna R. Joesoef (Dok. Minakonews/AI).

Oleh : Donna R. Joesoef

Penunjukan Taufiqur Rahman, putra Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, sebagai Ketua DPW PSI Sumbar telah memicu riak politik yang tak biasa.

Di tengah dominasi partai berbasis ideologi Islam di Sumbar, langkah PSI ini bukan sekadar pergantian struktural, melainkan sinyal bahwa peta politik lokal sedang mengalami pergeseran.

Ini adalah momen penting untuk menakar ulang makna demokrasi dan regenerasi politik di daerah.

Taufiqur bukan figur asing. Ia pernah menjadi calon legislatif dari PKS, partai yang dibesarkan oleh ayahnya. Kini, ia memimpin PSI—partai yang dikenal dengan gaya politik terbuka dan progresif.

Penunjukan ini dilakukan langsung oleh Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI, dan disahkan dalam konsolidasi nasional.

Di satu sisi, publik melihat ini sebagai bentuk keberanian politik anak muda. Di sisi lain, muncul tudingan politik dinasti yang dibungkus dengan narasi regenerasi.

Namun, demokrasi tidak bisa dibatasi oleh garis darah. Yang lebih penting adalah transparansi, kapasitas, dan integritas.

Minakonews menyerukan agar publik Sumbar tidak terjebak pada sentimen keluarga, tetapi fokus pada gagasan dan kerja nyata.

Jika Taufiqur mampu membuktikan diri sebagai pemimpin muda yang berintegritas, maka ia layak mendapat ruang. Namun jika hanya menjadi simbol, maka publik berhak mengoreksi.

Demokrasi lokal harus terus tumbuh, bukan hanya lewat pemilu, tetapi lewat keberanian berpikir dan bertindak.

Sikap Minako
Kami mendukung regenerasi politik yang sehat, terbuka, dan berbasis gagasan. Siapa pun yang memimpin, harus diuji lewat kerja, bukan warisan.

Catatan Redaksi
Minakonews akan terus memantau dinamika politik Sumbar secara independen dan kritis. Kami terbuka untuk suara publik, klarifikasi, dan dialog.

Penulis : Donna R. Joesoef

Editor. : Red minakonews