Indeks

Ultimatum Prabowo dan Bayang-Bayang Reshuffle: Kabinet Merah Putih Dalam Ujian Loyalitas

Reshuffle 3.0: Siapa Masuk, Siapa Tersingkir? (Infografis: DRJ/AI).

Jakarta, MINAKONEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan peringatan keras kepada jajaran menterinya. Dalam pidato yang disiarkan melalui kanal Gerindra TV, ia menyebut ada “satu, dua menteri yang nakal” dan menegaskan, jika sudah dua kali ditegur namun tetap bandel, maka reshuffle tidak bisa dihindari.

Pernyataan ini muncul sebulan setelah reshuffle kabinet jilid ketiga dilakukan pada 17 September 2025. Dalam reshuffle tersebut, Prabowo mengganti sejumlah pejabat, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir. Sekjen PAN Eddy Suparno menyatakan bahwa reshuffle dilakukan demi kebutuhan kabinet ke depan, dengan menyebut, “Kami yakini Bapak Presiden paling mengetahui kebutuhan dari kabinetnya.”

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, menilai bahwa reshuffle berulang adalah bagian dari konsolidasi kekuasaan. Ia mengatakan bahwa Prabowo ingin memastikan menterinya tidak hanya kompeten, tapi juga loyal terhadap visi politiknya.

Salah satu warga Jakarta, Rini (34), menyebut bahwa reshuffle adalah hal wajar selama tujuannya memperbaiki kinerja. Ia berharap Prabowo tetap transparan dalam setiap keputusan strategis agar publik tidak hanya jadi penonton, tetapi juga bagian dari proses demokrasi.

Hingga kini, belum ada nama menteri yang disebut secara eksplisit dalam ultimatum terbaru. Namun dinamika ini menunjukkan bahwa Kabinet Merah Putih berada dalam fase konsolidasi yang ketat, di mana loyalitas, kecepatan kerja, dan keselarasan visi menjadi tolok ukur utama.

Penulis: DRJ
Editor. : Red. Minakonews.com