Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Gubernur Sumbar, Bupati Solsel, Anggota DPR RI Zigo Rolanda, dan jajaran PT Supreme Energy saat tasyakuran tajak sumur pertama PLTP Muara Laboh Unit II, simbol dimulainya pengembangan energi hijau dan kemandirian fiskal daerah (Dok. Pemkab).
Solok Selatan (Sumatera Barat). MINAKONEWS.COM — Kabupaten Solok Selatan menegaskan posisinya sebagai simpul strategis energi hijau nasional dengan dimulainya pengeboran sumur pertama Unit II Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh oleh PT Supreme Energy. Proyek ini menggelontorkan investasi tahap kedua sebesar Rp7 triliun, bagian dari total Rp14,7 triliun untuk Unit II dan III.
Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, menyampaikan bahwa sejak 2019, proyek panas bumi 86 MW ini telah menghasilkan PNPB lebih dari Rp200 miliar yang ditransfer ke daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH), serta bonus produksi sebesar Rp56 miliar untuk wilayah sekitar. “Ini bukti bahwa transisi energi memberikan dampak langsung ke daerah,” ujarnya.
Gigih juga mengungkapkan potensi baru panas bumi di Balun, Solok Selatan, dengan estimasi kapasitas 40 MW. Wilayah kerja yang semula 56.000 hektar telah diciutkan menjadi 2.000 hektar, dan hasil survei PT Supreme Energy telah dikembalikan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menilai bahwa proyek panas bumi ini bukan hanya soal energi, tetapi juga soal kemandirian fiskal daerah. “Energi hijau telah menjadi prioritas nasional. Potensi luar biasa seperti ini perlu dukungan investasi agar bisa dimanfaatkan maksimal,” ujarnya.
Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, menyampaikan bahwa dana bonus produksi dan DBH mencapai Rp30 miliar setiap tahun untuk Solok Selatan. “Selain itu, 85% tenaga kerja proyek ini berasal dari putra-putri daerah,” ungkapnya. Ia juga menyoroti kontribusi perusahaan melalui program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa investasi besar seperti ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Ia berharap perputaran ekonomi dari proyek energi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Solok Selatan.
Dengan potensi panas bumi yang besar dan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, Solok Selatan bersiap menjadi pionir energi hijau di Sumatera Barat.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
