Kasus bullying di Universitas Udayana jadi sorotan nasional, korban tertekan karena sifat introvert dan kecintaan pada buku, kampus diminta bertindak cepat dan adil (Ilustrasi: 44d1n0/AI).
Denpasar (Bali). MINAKONEWS.COM – Kasus perundungan terhadap mahasiswa Universitas Udayana (UNUD), Timothy Anugerah Putra, dari Fakultas Teknik, memicu keprihatinan publik. Timothy diduga menjadi korban bullying karena sifatnya yang introvert dan kebiasaannya menghabiskan waktu di perpustakaan.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliartoro, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia mengaku langsung menghubungi pihak kampus untuk memastikan penanganan yang cepat dan adil. Ia mengatakan, “Saya kaget dan sangat prihatin. Saya langsung telepon Rektor UNUD agar kasus ini ditangani cepat dan adil.”
Kasus ini mencuat setelah rekaman dan kesaksian mahasiswa lain beredar di media sosial, menunjukkan tekanan sosial yang dialami Timothy dari sejumlah rekan sekelasnya. Pihak kampus belum memberikan pernyataan resmi, namun sumber internal menyebut bahwa tim etik fakultas telah mulai melakukan investigasi.
Mahasiswa UNUD lainnya menyuarakan dukungan terhadap Timothy. Raka, mahasiswa Teknik angkatan 2023, mengatakan bahwa Timothy dikenal sebagai pribadi yang rajin dan tidak neko-neko. “Timothy itu anak baik, pintar, dan nggak neko-neko. Harusnya kampus bisa melindungi mahasiswa seperti dia,” ujarnya.
Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Lestari Wulandari, menilai bahwa kasus ini mencerminkan lemahnya sistem perlindungan psikososial di perguruan tinggi. Ia menyatakan bahwa kampus harus memiliki mekanisme yang jelas dan cepat untuk menangani bullying agar korban tidak merasa sendirian.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa bullying bukan hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di jenjang pendidikan tinggi. Perlu ada komitmen bersama dari kampus, pemerintah, dan mahasiswa untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman dan inklusif.
Penulis: 44d1n0
Editor. : Red. Minakonews.com
