Indeks

Verifikasi Lapangan, PKK Pastikan Balita Penderita Cacingan Bukan Warga Padang Panjang

Tim PKK Padang Panjang bersama kader dan perangkat kelurahan melakukan verifikasi data balita dalam kunjungan lapangan di Balai-Balai (Dok. Kominfo).

Padang Panjang (Sumatera Barat). MINAKONEWS.COM – Menyikapi pemberitaan tentang seorang balita bernama Muhammad Gibran Oktaviano (3) yang dikabarkan menderita cacingan dan disebut sebagai warga Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat, Tim Penggerak PKK Kota Padang Panjang langsung melakukan verifikasi lapangan.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa balita tersebut bukan warga dan tidak berdomisili di Kota Padang Panjang.

Ketua Bidang I TP PKK Kota Padang Panjang, Novi Hendri, menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan atas arahan Ketua TP PKK, Ny. Maria Feronika Hendri, untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di berbagai media. Bersama pihak kelurahan, kader Posyandu, dan Puskesmas Kebun Sikolos, tim menemukan bahwa keluarga balita hanya tercatat secara administratif di Padang Panjang.

Secara administratif, nama balita memang tercantum di alamat Jl. Adam BB No.21, Kelurahan Balai-Balai. Namun, menurut Ketua RT 18, Roni, keluarga tersebut tidak pernah tinggal di alamat tersebut. Ia menjelaskan bahwa ibu dari balita, Suci Indah Sari, hanya menumpang data untuk keperluan administrasi, dan saat ini tinggal di Bukittinggi.

Roni menyebut bahwa Suci kini menetap di Asrama Tentara Lapangan Kantin, Kota Bukittinggi. Anaknya, Vino, sempat dirawat di RSI Yarsi Bukittinggi karena mengalami gejala perut buncit dan buang air besar cair. Hasil pemeriksaan menunjukkan positif telur cacing Ascaris Lumbricoides. Setelah diberikan obat cacing, Vino mengeluarkan cacing hidup bersama tinja.

Sementara itu, kader Posyandu Dolla Defriza dan kader Dasawisma Rini menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kasus balita penderita cacingan di RT 18 Kelurahan Balai-Balai. Mereka menyebutkan bahwa pemberian vitamin dan obat cacing dilakukan secara berkala, bahkan jika balita tidak hadir di Posyandu, kader langsung mengantar ke rumah.

Novi Hendri menyampaikan apresiasi kepada para kader yang telah menjalankan tugas dengan baik sesuai tupoksi. Ia menambahkan bahwa temuan ini menjadi bahan evaluasi penting agar keakuratan data penduduk dan informasi kesehatan masyarakat dapat lebih terjaga.

Klarifikasi ini juga diperkuat oleh laporan media lokal seperti _MJNews.id_ dan _Sumbardaily.com_, yang menyebutkan bahwa tidak ditemukan kasus kecacingan di wilayah Padang Panjang. Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan menegaskan pentingnya validasi data dalam penanganan isu kesehatan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.

Penulis: 44d1n0
Editor. : Red. Minakonews.com