Kolaborasi solid! Pejabat Dinas PUPR Sijunjung, PDAM, dan instansi terkait gelar Monev SIM SPAM & usulan SIPPA Batang Karimo, dorong air bersih merata buat warga, Rabu, 22/10/25.(Foto Dok. PUPR).
Sijunjung (Sumatera Barat). MINAKONEWS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sijunjung ikut serta dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) progres Sistem Informasi Manajemen Sistem Penyediaan Air Minum (SIM SPAM) serta pembahasan usulan SIPPA SPAM Batang Karimo, baru-baru ini, dihadiri Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BAPBPK), BAPPPEDA Sijunjung, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PERKIM LH), PDAM Sijunjung, serta Dinas PUPR setempat.
Pertemuan ini jadi ajang evaluasi ketat terhadap implementasi SIM SPAM di tingkat daerah, sekaligus diskusi mendalam soal rencana teknis dan kebutuhan usulan SIPPA SPAM Batang Karimo untuk dorong peningkatan layanan air minum yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat Sijunjung, di mana akses air bersih masih jadi tantangan utama di kawasan pedesaan.
Agenda monev ini selaras dengan target nasional RPJMN 2025-2029 yang ambisius capai 100% akses air minum aman, di mana saat ini nasional baru 76,5% rumah tangga terlayani (data KemenPUPR 2024). Di Sumatera Barat, proyeksi kebutuhan air minum naik jadi 1,2 miliar m³/tahun pada 2025, sementara capaian di Sijunjung capai 75,56% rumah tangga pakai sumber air bersih (BPS Sumbar 2024), dengan PDAM Sijunjung layani 19.484 sambungan rumah (SR) atau sekitar 3,08% dari populasi, menempatkan BUMD ini di kategori “sehat” tapi butuh ekspansi cepat.
Data dan fakta tunjukkan urgensi program ini: Kabupaten Sijunjung punya 150.000 jiwa, tapi cuma 60% desa punya akses SPAM memadai, sering terganggu keterbatasan infrastruktur di Batang Karimo. Usulan SIPPA ini jadi pengembangan dari SPAM Lubuk Tarok yang sudah jalan sejak 2024, dengan target tambah tekanan air dan perluas jaringan distribusi hingga 20 km baru, biar layanan naik 15-20% dalam 2 tahun. SIM SPAM sendiri, sebagai tools digital nasional, udah update profil 80% SPAM daerah per 2025 (BPPSPAM), tapi Sijunjung masih butuh integrasi data desa untuk hindari gap informasi.
Warga Sijunjung antusias sambut inisiatif ini. “Air bersih sering putus di kampung, semoga SIPPA Batang Karimo bikin distribusi lebih lancar dan murah,” kata Minarti, warga Kecamatan Lubuk Tarok, saat dihubungi MINAKONEWS.COM. “Kolaborasi dinas ini bagus, biar nggak ada lagi keluhan soal kualitas air,” tambah Pak Yanto, petani di Jorong Koto Baru, yang harap program ini tekan biaya air rumah tangga yang rata-rata Rp50.000/bulan.
Klarifikasi dari Dinas PUPR Sijunjung sebut monev ini hasil arahan Gubernur Sumbar untuk selaraskan dengan RPJPD Sumbar 2025-2045, yang proyeksikan tambah kapasitas SPAM regional Rp477 miliar untuk lintas kabupaten. PDAM Sijunjung tambah, usulan SIPPA bakal diajukan ke KemenPUPR akhir 2025, dengan dukungan APBD Sumbar yang alokasi infrastruktur air naik 10% tahun ini. BAPBPK konfirmasi, progres SIM SPAM di Sumbar udah 85%, tapi tantangan utama verifikasi data lapangan.
Analisis jelas: Program ini strategis buat Sijunjung capai SDGs 6 soal air bersih, kurangi ketergantungan sumur hujan yang cuma 24,44% rumah tangga. Kalau SIPPA Batang Karimo terealisasi, bisa tekan angka diare akibat air tercemar hingga 30% dan dukung swasembada air di Minangkabau Pesisir. Tantangan seperti anggaran terbatas (realisasi APBN Sumbar 60,56% per Agustus 2025) dan koordinasi antarinstansi harus diatasi, tapi potensi kolaborasi ini bisa jadi model sukses daerah lain di Sumbar.
Dengan monev ini, Sijunjung komitmen wujudkan air bersih untuk semua, langkah konkret tingkatkan kualitas hidup rakyat.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
