Bahasa Daerah: Warisan yang Hidup. Setiap kata adalah jejak sejarah, setiap lomba adalah langkah pelestarian (Foto. Dok. Kominfo).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS.COM — Bahasa ibu merupakan warisan budaya yang tak ternilai dan menjadi bagian penting dari jati diri bangsa. Di tengah arus globalisasi, pelestarian bahasa daerah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia.
Festival Bahasa Ibu yang diselenggarakan di Jakarta menghadirkan berbagai lomba seperti pidato, baca puisi, dan pertunjukan seni berbahasa daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai kejujuran, sportivitas, dan cinta budaya lokal di kalangan pelajar.
“Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tapi juga simbol kebanggaan dan akar budaya yang membentuk karakter bangsa,” ujar Rini Astuti, guru bahasa dari SMPN 4 Jakarta, yang turut mendampingi siswanya dalam lomba pidato berbahasa Betawi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Drs. H. Mulyadi, menyampaikan bahwa festival ini merupakan bagian dari program pelestarian budaya daerah yang didukung oleh pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pelajar perlu diberi ruang untuk mengekspresikan identitas budaya mereka secara aktif dan kreatif.
Secara analitis, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian bahasa ibu tidak cukup hanya melalui pembelajaran formal di sekolah. Diperlukan pendekatan partisipatif yang melibatkan komunitas, institusi pendidikan, dan pemerintah agar bahasa daerah tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern.
Festival Bahasa Ibu menjadi bukti bahwa pelajar mampu menjadi agen pelestarian budaya. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga memahami pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
