Indeks

Padang Pariaman Dorong Ekspor Komoditas Unggulan ke Pasar Global

Peta arah ekspor komoditas unggulan Padang Pariaman menunjukkan dominasi pasar regional seperti Malaysia dan Singapura, serta peluang ekspansi ke Jepang, Eropa, dan Afrika Timur.(d®amlis/AI).

Padang Pariaman (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan komitmennya untuk menjadikan ekspor sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam “Sumbar Expo 2025”, di Padang, penghujung Oktober 2025, Bupati Dr. H. John Kenedy Azis, SH. MH memaparkan potensi ekspor komoditas unggulan yang dimiliki daerahnya, sekaligus strategi untuk menembus pasar global.

Berdasarkan data tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Padang Pariaman tercatat sebesar 4,57 persen. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, angka ini masih mendekati rata-rata nasional yang berada di angka 5,03 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 74,90, sementara tingkat kemiskinan berada di angka 6,27 persen dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,59 persen.

Komoditas ekspor utama meliputi hasil pertanian dan perkebunan seperti kelapa (produksi 39.020 ton/tahun), kakao (4.851 ton), pinang (517 ton), kulit manis (3.608 ton), pala (138 ton), cengkeh (71 ton), dan kopi (289 ton). Selain itu, produk olahan pangan seperti keripik dan rendang kemasan, serta makanan ringan dari UMKM, juga menjadi andalan. Di sektor perikanan, udang tambak menjadi primadona dengan produksi 220 ton per bulan dari lahan seluas 60 hektare.

“Pasar utama saat ini adalah Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah. Namun kami juga melihat peluang besar ke Jepang, Eropa, dan Afrika Timur,” ujar Bupati Azis dalam sesi pemaparan di Hotel Truntum, Padang.

Salah seorang pelaku UMKM asal Kecamatan Batang Anai, Reni (38), menyambut baik langkah pemerintah. Ia mengaku produknya berupa keripik pisang mulai dilirik oleh pembeli dari luar negeri melalui platform digital. Ia berharap pemerintah terus mendampingi pelaku usaha kecil dalam proses sertifikasi dan promosi.

Pemerintah daerah mengakui bahwa tantangan masih ada, terutama dalam hal sertifikasi produk, kontinuitas pasokan, dan akses pasar. Namun, berbagai strategi telah disiapkan, termasuk pelatihan pelaku usaha, fasilitasi sertifikasi mutu, dan promosi melalui pameran nasional maupun internasional.

Analis ekonomi, S. Flora, alumnus Universitas Andalas, menilai langkah ini sebagai strategi tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Ia menyebut bahwa sektor pertanian dan industri pengolahan di Padang Pariaman memiliki nilai Location Quotient (LQ) masing-masing sebesar 1,05 dan 1,43, yang menunjukkan keunggulan struktural daerah dalam sektor tersebut.

Dengan dukungan semua pihak, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap produk-produk unggulan daerah mampu menembus pasar global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com