Gemerlap budaya Minangkabau menghiasi malam Sabudaya di Batusangkar—warisan tradisi yang terus hidup dalam semangat generasi muda.(Foto Dok. Prokopim).
Tanah Datar (Sumatera Barat). MINAKONEWS.COM — Ribuan warga memadati Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Sabtu (1/11), dalam gelaran _Sabudaya 2025_ yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumatera Barat.
Acara ini dibuka secara simbolis dengan pemukulan gendang oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM, bersama jajaran pejabat pusat dan daerah.
Kegiatan ini menampilkan pertunjukan seni Minangkabau, permainan tradisional, musik kontemporer, silek, bazar UMKM, serta penampilan Diva Aurel dan grup musik etnik Talempong Jaguank. Direktur Sejarah dan Pemuseuman Kemendikbudristek Prof. Dr. Agus Mulyana menyebut Sabudaya sebagai bentuk pelestarian budaya dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Bupati Eka Putra menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan pemerintah pusat kepada Tanah Datar sebagai tuan rumah Hari Kebudayaan Nasional. Ia mengingatkan bahwa budaya bukan sekadar tarian atau pakaian adat, melainkan nilai dan karakter yang membentuk masyarakat Minangkabau.
Kadis Kebudayaan Sumbar Jefrinal Arifin menambahkan bahwa Tanah Datar sebagai pusat budaya Minangkabau terus didorong untuk menjadi barometer kegiatan seni di Sumatera Barat. Kepala BPK Wilayah III Sumbar Nurmatias juga menekankan pentingnya regulasi kebudayaan melalui UU No. 11 Tahun 2010 dan UU No. 5 Tahun 2017.
Sabudaya 2025 menjadi bukti bahwa Batusangkar sebagai Kota Budaya tetap relevan dan berdaya hidup dalam arus zaman, menyatukan lintas generasi dalam semangat adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
