Presiden Prabowo meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru sebagai simbol modernisasi transportasi dan penguatan ekonomi rakyat (Foto Dok. Setpres).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarmoda dan mendorong modernisasi transportasi publik nasional.
Presiden tiba di lokasi setelah menjajal Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Manggarai. Di peron, ia disambut antusias oleh penumpang dan petugas layanan. Sebelum peresmian, Presiden meninjau langsung fasilitas stasiun dan berdialog singkat dengan masyarakat pengguna KRL.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau adalah hak seluruh warga negara serta fondasi penting bagi produktivitas dan pemerataan ekonomi. Ia juga menyetujui pengadaan 30 rangkaian baru KRL Jabodetabek dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun.
Stasiun Tanah Abang Baru dibangun dengan luas 18.150 meter persegi dan jalur eksisting sepanjang 1.489 meter. Fasilitas ini dirancang untuk melayani hingga 300 ribu penumpang per hari, menjadikannya salah satu simpul transportasi terbesar di Jakarta.
Lebih dari sekadar simpul mobilitas, Tanah Abang juga merupakan pusat ekonomi yang memiliki ikatan kuat dengan masyarakat Minang. Berdasarkan data dan pernyataan Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy, lebih dari 80% pedagang di Tanah Abang berasal dari Sumatera Barat, khususnya dari Padang dan sekitarnya. Mereka telah lama menjadi tulang punggung perdagangan tekstil dan garmen di kawasan tersebut, menjadikan Tanah Abang sebagai representasi diaspora Minang dalam sektor ekonomi nasional.
Presiden Prabowo turut memberi arahan untuk memperluas jaringan perkeretaapian nasional ke berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Dalam konteks Sumatera Barat, arahan ini membuka peluang untuk menghidupkan kembali wacana jalur rel Sumbar–Riau dan Sumbar–Jambi, yang selama ini terkendala infrastruktur dan pendanaan.
Kepala Negara menutup kunjungan dengan pesan agar seluruh pihak menjaga fasilitas publik yang telah dibangun, karena transportasi bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga tentang keadilan akses dan pembangunan berkelanjutan.
Penulis: DRJ
Editor. : Red. Minakonews.com
