Indeks

Soeharto Kembali Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Proses Sudah Tiga Kali Ditempuh

Caption singkat:
Nama Presiden ke-2 RI Soeharto kembali diusulkan menerima gelar Pahlawan Nasional, dinilai telah memenuhi syarat administratif.

Jakarta (MINAKONEWS.COM) — Nama Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, kembali masuk dalam daftar tokoh yang diusulkan menerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa usulan terhadap Soeharto telah diajukan sebanyak tiga kali dan telah melalui proses berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga pemerintah pusat.

Pengusulan ini dilakukan oleh Kementerian Sosial bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), dan Soeharto termasuk dalam daftar 40 tokoh yang dipertimbangkan tahun ini. Gelar tersebut rencananya akan diumumkan pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Menurut Fadli Zon, meskipun terdapat penolakan dari sebagian masyarakat sipil, jasa-jasa Soeharto dalam pembangunan nasional tidak bisa diabaikan. “Termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan. Dan juga beberapa nama lain, ada yang dari 2011, ada yang dari 2015,” ujarnya usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Namun, pengusulan ini juga memantik perdebatan. Petisi penolakan terhadap gelar tersebut telah diinisiasi oleh Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto melalui situs change.org sejak Oktober 2025. Mereka menilai Soeharto tidak memenuhi sejumlah asas dalam UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, terutama terkait asas kemanusiaan, kerakyatan, dan keadilan.

Sekjen Partai Golkar Muhamad Sarmuji menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan Soeharto, menyebutnya sebagai Bapak Pembangunan yang telah mentransformasi ekonomi Indonesia dan membangun infrastruktur secara masif. Golkar juga mendukung pengusulan gelar serupa untuk Presiden ke-3 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Proses pemberian gelar Pahlawan Nasional melibatkan penelitian, verifikasi, dan pertimbangan dari berbagai pihak, termasuk ahli sejarah, tokoh masyarakat, dan lembaga negara. Belum ada keputusan final dari Presiden Prabowo Subianto terkait nama-nama yang akan dianugerahi gelar tahun ini.

Penulis: DRJ/d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com