Indeks

Pemprov Sumbar Tetapkan Status Tanggap Darurat, Puluhan Ribu Warga Padang Terdampak

Status Tanggap Darurat Sumbar: 27 Ribu Warga Padang Terdampak, Infrastruktur Lumpuh, Penanganan Terpusat di BPBD.(Infografik: HT/AI)

Padang (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menetapkan Status Tanggap Darurat untuk bencana banjir, banjir bandang, longsor, dan angin kencang. Status ini berlaku sejak 25 November hingga 8 Desember 2025, sesuai SK Gubernur Nomor 360-761-2025.

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi, menegaskan penetapan status ini menjadi langkah strategis agar seluruh perangkat daerah dapat bergerak lebih cepat, terkoordinasi, dan fleksibel, terutama dalam mobilisasi logistik, alat berat, hingga penanganan kelompok rentan. “Dengan 13 kabupaten/kota terdampak, status tanggap darurat menjadi dasar kuat untuk mempercepat penanganan. Durasi bisa diperpanjang sesuai kebutuhan lapangan,” ujarnya.

Status ini juga membuka peluang percepatan pengusulan Dana Siap Pakai (DSP) BNPB, sehingga penanganan tidak terkendala administrasi. Selama masa tanggap darurat, Pemprov memprioritaskan pengkajian cepat situasi, aktivasi sistem komando, evakuasi warga terancam, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan kelompok rentan, pengendalian sumber ancaman, dan distribusi logistik darurat. BPBD Sumbar ditetapkan sebagai Posko Tanggap Darurat sekaligus Command Center.

Di Kota Padang, dampak banjir semakin meluas. Data BPBD mencatat 27.433 warga terdampak di 9 kecamatan, dengan kerugian sementara mencapai Rp 4,9 miliar. Jembatan Besi Lambung Bukit hanyut terbawa arus, memutus jalur alternatif Belimbing–Kapalo Koto. Jembatan Pauh dekat terowongan dilaporkan putus, sementara Jembatan Azkia terancam terban. Kawasan wisata Lubuk Minturun Park terendam, dan dua rumah warga di Batu Busuk hanyut. Jembatan gantung di kawasan tersebut rusak, dengan sekitar 50 KK terdampak langsung dan telah dievakuasi.

Selain itu, banjir juga merendam kawasan Parak Jambu, Dadok Tunggul Hitam, dan beberapa titik lain di Padang. Sementara Durian Taruang dilaporkan masih aman. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama di sekitar jembatan, kawasan wisata, dan jalur alternatif yang rawan terputus.

BMKG memperingatkan hujan lebat masih berpotensi hingga 29 November 2025, sehingga risiko banjir dan longsor tetap tinggi. Sumbar kini bergerak dalam satu komando untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terarah.

Penulis: Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com