Rapat koordinasi BNPB dan Kemensos di Padang Panjang, bahas logistik dan pencarian korban banjir bandang.(Foto Dok. Kominfo).
Padang Panjang (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Dengan sisa waktu empat hari sebelum masa tanggap darurat berakhir pada 10 Desember, seluruh unsur penyelamatan memaksimalkan operasi pencarian korban hilang banjir bandang di kawasan Jembatan Kembar. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Evaluasi di Posko Tanggap Darurat Bencana Alam, Sabtu (6/12/2025), yang dihadiri BNPB, Kemensos, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lintas daerah.
Koordinator Basarnas Padang Panjang, Samsul Akmal, menyebut medan pencarian masih ekstrem dan berisiko tinggi. “Hasil pencarian belum menunjukkan titik terang, tapi seluruh personel akan kembali turun esok hari dengan pola operasi yang sama,” ujarnya.
Sebanyak 25 personel dikerahkan, dilengkapi anjing pelacak, menyisir jalur Jembatan Kembar hingga Mega Mendung. Operasi ini didukung personel dari Polda Riau, SAR Padang, SAR Pekanbaru, SAR Jambi, SAR Palembang, SAR Riau, serta puluhan relawan.
Cuaca menjadi kendala utama. Hujan deras sejak pukul 14.30 WIB membuat penyisiran terpaksa dihentikan demi keselamatan tim.
Sekretaris Daerah Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, menekankan pentingnya optimalisasi waktu. “Besok pukul 08.00 apel dukungan di Bancalaweh. Wujudkan upaya maksimal,” tegasnya.
Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya BNPB, Rudi Supriadi, menambahkan bahwa medan yang tidak bisa diprediksi membutuhkan semangat dan koordinasi kuat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Ade Devrita, melaporkan bahwa 38 korban telah teridentifikasi: 23 warga Padang Panjang, 15 warga luar daerah, dan 4 lainnya belum teridentifikasi.
Sementara itu, data lintas media menyebutkan:
– 49 orang masih hilang, termasuk 32 warga Silaiang Bawah dan 17 pengendara non-lokal.
– Satu WN Malaysia dikonfirmasi termasuk korban hilang.
– Proses identifikasi jenazah kini bergantung pada pencocokan DNA di RS Bhayangkara Padang.
– BNPB mencatat total 744 korban meninggal dan 551 hilang di Sumatra, dengan Sumbar menyumbang 225 korban meninggal dan 161 hilang.
Rapat koordinasi lintas instansi juga membahas distribusi logistik, pemulihan layanan dasar, dan dukungan psikososial bagi keluarga terdampak.
Penulis: Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com
