Indeks

Distribusi Bantuan di Sumbar Belum Merata, DPR Minta Percepatan

Tim J99 Corp menyalurkan bantuan 1 kontainer ke wilayah terdampak banjir Sumbar, wujud kepedulian sektor swasta dalam pemulihan pascabencana.(Foto Dok. Vasko Ruseimy).

Padang (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Isu distribusi bantuan pascabencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat kembali mencuat. Sejumlah wilayah terdampak dilaporkan belum menerima bantuan secara merata akibat kendala akses dan koordinasi.

Komisi VIII DPR RI menyoroti keterlambatan penyaluran ke daerah terisolasi, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kecamatan Bayang Utara, yang hingga kini sulit dijangkau karena jalan dan jembatan putus. Ketua Komisi VIII, Marwan Dasopang, meminta pemerintah memperbaiki rantai komando agar penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.

Kementerian Sosial menegaskan percepatan distribusi menjadi prioritas. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan pokok adalah hal utama. Kemensos bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, dan Pemda terus bergerak agar bantuan tidak terlambat.

Sementara itu, Pemprov Sumbar melalui Dinas Kominfotik mengakui adanya kendala dalam integrasi data bantuan. Laporan dari lapangan tidak selalu masuk tepat waktu ke Dashboard Satu Bencana, sehingga distribusi belum sepenuhnya merata.

Data Statistik Terbaru
– Total korban meninggal di Sumatra: 1.059 jiwa
– Korban hilang: 192 orang
– Korban luka: lebih dari 5.000 jiwa
– Rincian per provinsi (6 Desember 2025):
– Aceh: 359 jiwa meninggal
– Sumut: 329 jiwa meninggal
– Sumbar: 226–228 jiwa meninggal, 98 orang hilang

BNPB menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya jumlah bantuan, tetapi memastikan distribusi merata hingga ke daerah terisolir.

Penulis: Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com