Prabowo tegas: Dana Desa diaudit total, transparansi jadi syarat sebelum pencairan.(Potret Digital: WD).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa pasca aksi demonstrasi ribuan kepala desa di Jakarta.
Instruksi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan pemulihan kepercayaan publik terhadap tata kelola Dana Desa.
Ribuan kepala desa yang tergabung dalam Apdesi sebelumnya menggelar aksi menolak PMK 81/2025 dan mendesak Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mundur. Aturan tersebut dinilai mengurangi fleksibilitas penggunaan Dana Desa dan memperketat kontrol administratif, sehingga dianggap menghambat pembangunan desa.
Dalam RAPBN 2025, pemerintah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp71 triliun, naik tipis dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp70,9 triliun. Dengan besaran anggaran yang terus meningkat, audit menyeluruh menjadi langkah penting untuk memastikan dana benar-benar digunakan sesuai peruntukan dan tidak disalahgunakan.
Presiden menegaskan bahwa pencairan dana berikutnya harus menunggu hasil audit. “Bersihkan dulu, baru dana turun,” tegas Prabowo dalam arahan yang disampaikan usai rapat terbatas. Audit ini ditujukan untuk memastikan setiap rupiah Dana Desa digunakan sesuai peruntukan, sekaligus membersihkan praktik tidak transparan.
Langkah ini diharapkan dapat meredam ketegangan antara pemerintah pusat dan desa, serta memberi jaminan kepada masyarakat bahwa Dana Desa benar-benar sampai ke warga dan tidak disalahgunakan.
Instruksi audit dari Presiden Prabowo bukan sekadar pemeriksaan administrasi, melainkan upaya memulihkan kepercayaan, menjaga akuntabilitas, dan memastikan Dana Desa kembali ke hakikat utamanya: membangun dan menyejahterakan masyarakat desa.
Penulis: Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com
