Indeks

Pencarian Korban Hilang di Lubuak Rayo Padang Diperluas, 33 Orang Belum Ditemukan

Gusneti (54) masih menanti kabar kakaknya, Mardalena (60), yang hilang tersapu banjir bandang Lubuak Rayo, Padang.(Foto: d®amlis).

Padang (Sumbar). MINAKONEWS. Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Lubuak Rayo, Kota Padang. Hingga Sabtu (27/12/2025), tercatat 33 orang belum ditemukan, termasuk Mardalena (60), kakak dari Gusneti (54), warga setempat yang turut terdampak.

Gusneti menyampaikan bahwa Mardalena terakhir terlihat di sekitar musala yang kemudian tersapu banjir. “Sampai sekarang belum ada kabar. Kami masih berharap beliau ditemukan,” ujarnya.

Tragedi ini juga merenggut nyawa ponakan Gusneti, yang sebelumnya sempat menolong tetangga saat banjir datang. Korban meninggal akibat paru-paru kemasukan lumpur dan muntah darah, menurut keterangan medis.

Tim SAR Gabungan—terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat—terus menyisir aliran Sungai Batang Anai dari hulu Lubuak Rayo hingga Muaro Anai, sejauh ±70 kilometer. Medan pencarian cukup berat, dengan arus deras dan material longsoran yang menyulitkan akses.

Meski status tanggap darurat telah dicabut, Pemerintah Kota Padang menegaskan bahwa pencarian korban hilang tetap menjadi prioritas. Doa bersama dan trauma healing mulai dilakukan di lokasi terdampak sebagai bentuk solidaritas dan pemulihan psikologis warga.

Lokasi Lubuak Rayo dan Jembatan Kembar menjadi titik paling terdampak. Musala dan warung yang sempat dijadikan tempat berlindung warga tersapu banjir, memperparah jumlah korban.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan masih tinggi. Kolaborasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan pencarian dan identifikasi korban berjalan optimal.

Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com