Infografis pemagangan Indonesia–Jepang, soroti transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. (Foto.: Dok).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola Program Pemagangan Indonesia–Jepang. Langkah ini ditujukan agar program semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
Menaker menyampaikan bahwa pemagangan, baik dalam negeri maupun luar negeri, merupakan instrumen strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Program pemagangan ke Jepang selama ini menjadi salah satu jalur penting bagi pekerja Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja internasional, disiplin kerja, serta keterampilan teknis yang diakui secara global.
Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, sejak awal pelaksanaan program hingga 2025, lebih dari 80 ribu peserta telah mengikuti pemagangan ke Jepang. Mayoritas alumni program ini kembali ke tanah air dengan membawa keterampilan baru yang mendukung produktivitas industri nasional.
Yassierli menekankan bahwa penguatan tata kelola mencakup proses seleksi peserta, pembekalan pra-keberangkatan, pendampingan selama pemagangan, hingga reintegrasi setelah kembali ke Indonesia. Pemerintah juga bekerja sama dengan lembaga mitra di Jepang untuk memastikan perlindungan hak-hak peserta, termasuk aspek keselamatan kerja dan kesejahteraan.
“Pemagangan bukan hanya soal belajar keterampilan, tetapi juga membangun karakter disiplin, etos kerja, dan kesiapan menghadapi tantangan industri modern,” ujar Menaker.
Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa penguatan tata kelola ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menyiapkan SDM unggul, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
