Indeks

Pengaspalan Tanjung Labuah Mulai Rusak, Ketebalan Aspal Diduga Tak Sesuai Standar

Lapisan aspal tipis di Tanjung Labuah Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung mulai rusak, warga harap evaluasi teknis segera.(Infografis: PUPR/AI).

Sijunjung (Sumbar). MINAKONEWS. Sejumlah titik pada ruas jalan di Nagari Tanjung Labuah dilaporkan mulai mengalami kerusakan meski belum lama selesai diaspal. Berdasarkan pantauan lapangan, kerusakan terjadi pada bagian yang memiliki lapisan aspal terlalu tipis, sehingga tidak memenuhi ketebalan standar dan mudah terkelupas.

Warga dan tokoh nagari menyampaikan kekhawatiran atas kualitas pengerjaan proyek tersebut, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama bagi aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen. Kerusakan dini ini dinilai berpotensi mengganggu mobilitas dan menimbulkan risiko keselamatan.

Secara teknis, umur perkerasan jalan aspal di Indonesia diatur oleh sejumlah standar dan regulasi. Berikut klasifikasi umum berdasarkan jenis perkerasan:
– Aspal Beton (AC): 15–20 tahun
– Aspal Lapis Permukaan (SMA): 10–15 tahun
– Aspal Beton Perkerasan (ACP): 8–12 tahun
– Aspal Beton Berbutir Kasar (ACBK): 6–8 tahun

Masa pemeliharaan jalan aspal juga memiliki siklus tersendiri:
– Perawatan rutin: setiap 1–2 tahun
– Perawatan berkala: setiap 3–5 tahun
– Perawatan rekonstruksi: setiap 10–20 tahun

Regulasi yang menjadi acuan antara lain:
– Manual Desain Perkerasan Jalan No. 02/M/BM/2017 (Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR)
– SNI 1726:2012 (Persyaratan teknis dan prosedur pemeliharaan bangunan gedung)
– Permen PUPR No. 29/PRT/M/2006 (Persyaratan teknis pemeliharaan jalan dan jembatan)

Kerusakan dini seperti yang terjadi di Tanjung Labuah dapat dipicu oleh beberapa faktor, termasuk kualitas material, ketebalan lapisan yang tidak sesuai, beban lalu lintas berlebih, serta kondisi lingkungan seperti curah hujan tinggi dan drainase yang tidak optimal.

Pemerintah nagari dan masyarakat berharap ada evaluasi teknis menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk audit ketebalan dan kualitas material, agar tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut dan dapat segera dilakukan perbaikan sesuai standar konstruksi jalan nasional.

Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com