Presiden Prabowo Subianto sebelum menyampaikan pidato tegas tentang keteguhan pemimpin dalam menghadapi kritik dan fitnah (Foto Dok. Setpres).
Aceh Tamiang (Aceh). MINAKONEWS. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa seorang pemimpin harus siap menerima hujatan, fitnah, dan kritik sebagai konsekuensi dari jabatan.
Hal itu disampaikan saat memimpin rapat terbatas bersama sepuluh menteri serta jajaran Pemerintah Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa kritik maupun fitnah tidak boleh membuat seorang pemimpin patah semangat. “Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap dihujat, siap difitnah, dan siap dikritik. Namun, kita tidak boleh terpengaruh dan tidak boleh patah semangat,” ujarnya.
Prabowo menambahkan, semua bentuk kritik harus diterima sebagai koreksi. Bahkan ketika berupa fitnah, hal itu tetap bisa menjadi pengingat agar pemimpin lebih waspada. “Selama kita tahu di dalam hati bahwa itu tidak benar, hal tersebut justru harus membuat kita lebih waspada,” imbuhnya.
Rapat terbatas tersebut membahas koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan serta penanganan berbagai isu strategis di Aceh Tamiang. Kehadiran Presiden bersama jajaran menteri menjadi momentum penguatan sinergi pusat dan daerah.
Penulis: Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com
