Wagub Sumbar Vasko Ruseimy video call dengan Nenek Saudah, memberi dukungan dan santunan (Dok. Vasko Ruseimy/AI).
Pasaman (Sumbar). MINAKONEWS.
Kasus penganiayaan terhadap Nenek Saudah (68) di Nagari Padang Mantinggi, Kabupaten Pasaman, menjadi pelajaran keras bagi generasi muda. Di Ranah Minang, perempuan adalah Bundo Kanduang yang martabatnya harus dijunjung tinggi dan kehormatannya dijaga. Tidak boleh disakiti, apalagi dianiaya.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan sikap pemerintah daerah: tak ada toleransi, tak ada kompromi, soal ini kita lawan! Ia juga menyerahkan santunan langsung kepada Nenek Saudah sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral.
Aparat kepolisian telah menangkap terduga pelaku berinisial IS alias Mk (26), seorang mahasiswa. Berdasarkan keterangan resmi, pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara, serta kemungkinan tambahan pasal jika terbukti ada unsur perencanaan atau pemberatan akibat korban lanjut usia.
Kondisi Nenek Saudah kini mulai membaik setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping. Warga dan tokoh adat berharap peristiwa serupa tidak pernah lagi terjadi di Ranah Minang. Doa terus dipanjatkan agar beliau segera pulih dan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjaga nilai luhur budaya Minangkabau.
Penulis : Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com
