Aksi mahasiswa UGM awal Januari 2026 angkat slogan “Revolusi Pendidikan” di tengah tuntutan transparansi kampus.(Ilustrasi: DM/AI).
Yogyakarta (DIY). MINAKONEWS.
Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjadi sorotan awal Januari 2026 setelah sejumlah mahasiswa menggelar aksi dengan slogan “Revolusi Pendidikan” di kawasan kampus Bulaksumur.
Aksi ini menuntut transparansi kebijakan kampus sekaligus melontarkan kritik terhadap isu politik nasional.
Mahasiswa menampilkan spanduk bertuliskan “Revolusi Pendidikan”, “Universitas Gudang Masalah”, dan “UGM Kampus Rasa Orba”. Narasi ini sempat viral di media sosial dengan lebih dari 27 ribu tanda suka, 4.700 komentar, dan 3.100 kali dibagikan, menimbulkan persepsi luas bahwa kampus tengah dilanda gejolak besar.
Pemeriksaan fakta menunjukkan sebagian unggahan merupakan disinformasi, karena video lama dipelintir dengan narasi baru. Aksi yang ditampilkan bukan murni gerakan revolusi pendidikan, melainkan demonstrasi terkait isu politik ijazah Presiden Jokowi.
Awal Januari 2026, aksi mahasiswa kembali muncul dengan tuntutan transparansi kebijakan kampus. Narasi “Revolusi Pendidikan” dipakai sebagai slogan, tetapi bercampur dengan isu politik nasional. Aktivitas ini melanjutkan rangkaian demonstrasi mahasiswa UGM sepanjang 2025, termasuk aksi berkemah di Balairung dan aksi alumni di Boulevard kampus.
Gejolak mahasiswa UGM dengan slogan “Revolusi Pendidikan” lebih tepat dipahami sebagai ekspresi kritik terhadap kebijakan kampus dan isu politik nasional, bukan gerakan resmi revolusi pendidikan. Narasi yang beredar di media sosial perlu diverifikasi agar tidak menyesatkan publik.
Penulis : Dur Mandala
Editor. : Red. Minakonews.com
