Pimpinan perguruan tinggi menandatangani Kontrak Kinerja Berdampak 2026 di Jakarta, menandai komitmen bersama menuju transformasi pendidikan tinggi dan Indonesia Emas 2045.(Dok.Kemdiktisaintek).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak 2026 baru-baru ini di Jakarta. Ratusan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta menandatangani kontrak ini sebagai bentuk komitmen kolektif untuk menjadikan kampus sebagai penggerak utama transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kontrak kinerja bukan sekadar dokumen administratif, melainkan arah baru pengelolaan pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak nyata. Ia menyatakan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya inovasi, riset, dan gagasan yang relevan dengan kebutuhan bangsa, bukan sekadar penghasil lulusan.
Peluncuran ini juga menandai lonjakan partisipasi riset nasional melalui platform BIMA 2026, dengan total 93.603 proposal riset diajukan dari seluruh perguruan tinggi. Universitas Darunnajah, yang baru berdiri pada 2022, telah mengajukan 37 proposal, mencerminkan peran aktif kampus muda dalam ekosistem riset nasional.
Statistik partisipasi riset BIMA 2026 per wilayah menunjukkan dominasi dari kampus-kampus besar di Jawa dengan 42.315 proposal, disusul Sumatera (18.420), Sulawesi (9.250), Kalimantan (6.780), Bali–NTB–NTT (4.120), Papua–Maluku (2.718), dan kampus baru (2.000 proposal). UI, UGM, ITB, dan Unair menjadi penyumbang terbesar dari Jawa, sementara Universitas Andalas dan Universitas Riau mendominasi Sumatera.
Perubahan indikator kinerja utama (IKU) juga menjadi perhatian. Jika sebelumnya IKU menekankan dampak lokal dan relevansi sosial, kini bergeser ke arah capaian global dan kompetitif. Sejumlah akademisi mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara standar internasional dan konteks lokal agar tidak mengabaikan nilai-nilai pendidikan nasional.
Acara peluncuran turut dihadiri oleh pimpinan PTN-BH, rektor PTS, serta perwakilan dari Kementerian Keuangan dan Bappenas. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antar lembaga untuk memastikan perguruan tinggi mampu menjawab tantangan bonus demografi dan revolusi industri.
Dengan kontrak kinerja ini, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat pembaruan pemikiran, riset, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Penulis : Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
