Klarifikasi resmi patahkan hoaks dana triliunan, publik berhak tahu fakta.(Dok. Minakonews/AI).
Jakarta (DKI Jakarta), MINAKONEWS.COM – Narasi yang menyebut adanya dana ribuan triliun rupiah atas nama Presiden Joko Widodo di sebuah bank di Tiongkok akhirnya diluruskan. Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah ada data valid, dokumen resmi, maupun konfirmasi dari otoritas perbankan internasional yang mendukung klaim tersebut.
Purbaya menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dimuat dalam narasi viral di media sosial dan sejumlah tayangan televisi. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks yang dibangun dari potongan informasi yang dipelintir dan tidak disertai bukti transaksi, identitas rekening yang sah, maupun pengakuan dari pihak bank terkait.
“Kalau memang ada datanya, silakan dibuka ke publik. Tapi kalau tidak ada, jangan menyebarkan kebohongan. Ini bukan soal sensasi, ini soal transparansi,” ujar Purbaya dalam klarifikasi yang disampaikan kepada media.
Kementerian Keuangan melalui kanal resmi PPID juga menegaskan bahwa tidak ada temuan dana atas nama Presiden Jokowi di bank mana pun di luar negeri. Klarifikasi ini sekaligus membantah narasi yang sempat berkembang dan menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Penyebaran hoaks, apalagi yang menyangkut nama pejabat negara dan stabilitas keuangan nasional, dinilai dapat menimbulkan keresahan dan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Penulis : Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com
