Indeks

Dr. Iis Ismawati, Akademisi Penggerak Eduwisata Berbasis Pertanian Terpadu & Ekosistem Digital

Tim peneliti Politani Payakumbuh dan Politeknik Negeri Padang berfoto bersama di kampus PNP. Di tengah, Dr. Iis Ismawati berdampingan dengan suaminya, Dr. Nurul Fauzi, yang sekarang menjabat Wakil Direktur I PNP, mencerminkan kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan riset vokasi dan pemberdayaan masyarakat.(Foto Dok.RKD).

Payakumbuh (Sumbar). MINAKONEWS – Dr. Iis Ismawati, S.Hut., M.Si. adalah dosen tetap di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani Payakumbuh) yang dikenal aktif dalam pengabdian masyarakat dan kolaborasi lintas institusi. Ia juga merupakan istri dari Dr. Nurul Fauzi, S.E., M.M., Ak., CA., dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Padang (PNP) yang baru saja terpilih sebagai Wakil Direktur I PNP periode 2026–2030.

Sebagai akademisi, Dr. Iis memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan program berbasis agribisnis, lingkungan, dan pemberdayaan komunitas lokal. Ia memimpin program strategis bertajuk Pengembangan Nagari Wisata Taram melalui Penerapan Sustainable and Resilient Green Edu-Tourism berbasis Sistem Pertanian Terpadu dan Digital Ecosystem, yang dijalankan melalui Program Matching Fund 2023 dan Program PIPK 2022.

Program ini mengintegrasikan konsep eduwisata hijau dengan sistem pertanian terpadu dan teknologi digital, serta melibatkan kolaborasi antara Politani Payakumbuh, PNP, pemerintah nagari, dan pelaku UMKM. Tujuannya adalah menciptakan kawasan wisata edukatif yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dalam bidang akademik, Dr. Iis aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi. Salah satu publikasinya yang menonjol adalah riset bersama Dr. Nurul Fauzi tentang strategi pengembangan Taman Wisata Lembah Harau berbasis kearifan lokal, yang dimuat dalam jurnal Agriekonomika.

Selain itu, Dr. Iis juga terlibat dalam pelatihan pengelolaan homestay, produksi MOL (mikroorganisme lokal), dan penguatan kapasitas kelompok tani perempuan. Ia dikenal sebagai sosok yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat, terutama di wilayah pedesaan Sumatera Barat.

Dengan latar belakang kehutanan dan magister sains, serta gelar doktor dalam bidang pengembangan wilayah, Dr. Iis menjadi representasi akademisi perempuan yang tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan.

Penulis : Dur Mandala
Editor. : Red. Minakonews.com