Di balik pemulangan 90 WNI dari Myanmar, ada diplomasi senyap yang bekerja. KBRI Yangon hadir, bukan hanya sebagai kantor, tapi sebagai pelindung di garis depan.(Foto Dok. Kedubes RI Yangon).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS. Pemerintah Indonesia memulangkan sebanyak 90 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Myanmar setelah mereka terjaring dalam operasi besar-besaran yang dilakukan otoritas Myanmar terhadap jaringan penipuan daring (online scam) dan perjudian ilegal di wilayah konflik Myawaddy.
Pemulangan ini merupakan gelombang ketiga sejak Desember 2025, dan dikoordinasikan oleh Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok. Para WNI yang dipulangkan terdiri dari 25 perempuan dan 65 laki-laki, sebagian besar sebelumnya bekerja di perusahaan-perusahaan ilegal yang bergerak di bidang penipuan daring.
Banyak dari mereka mengaku menjadi korban penipuan lowongan kerja. Mereka dijanjikan pekerjaan legal di luar negeri, namun setibanya di Myanmar justru dipaksa bekerja di pusat-pusat penipuan daring, bahkan mengalami eksploitasi kerja dan kekerasan.
Kemlu RI menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur migrasi resmi untuk menghindari risiko perdagangan orang dan eksploitasi. Setibanya di Indonesia, para WNI langsung diserahkan kepada instansi terkait untuk proses pendampingan, rehabilitasi, dan pemulihan.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan otoritas Myanmar dan Thailand untuk menelusuri keberadaan WNI lainnya yang masih tertahan atau belum teridentifikasi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kemlu RI dalam melindungi WNI di luar negeri, terutama di wilayah rawan konflik dan kejahatan transnasional.
Penulis: Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews
