Mundurnya Iman Rachman dari kursi Dirut BEI dinilai positif oleh Menkeu Purbaya. IHSG tertekan jadi momentum investor masuk pasar. (Infografis: Minakonews).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai mundurnya Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sentimen positif bagi pasar modal. Menurutnya, momen ini harus dimanfaatkan oleh investor untuk masuk ke pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan cukup dalam.
“Wah ini positif kalau orang ngerti, kalau orang ngerti mah buy, serok-serok (beli saham),” kata Purbaya, Jumat (30/1/2026).
Purbaya menegaskan, perubahan kepemimpinan di BEI dapat membuka ruang bagi perbaikan tata kelola dan meningkatkan kepercayaan investor. Mundurnya Iman Rachman disebut sebagai momentum bagi pelaku pasar untuk melakukan akumulasi saham, terutama di tengah kondisi IHSG yang sempat anjlok hingga 8 persen ke level 7.654,66.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini tengah memproses penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BEI untuk memastikan keberlanjutan operasional bursa. Pemerintah menilai langkah mundur tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus peluang untuk memperkuat stabilitas pasar modal.
Iman Rachman menjabat sebagai Direktur Utama BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Ia memulai karier sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas (1998–2003), lalu menjabat Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas (2003–2016). Kariernya berlanjut sebagai Direktur Keuangan di Pelindo II dan III, kemudian menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) pada 2019–2020. Jabatan terakhir sebelum memimpin BEI adalah Direktur Strategi, Portfolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) (2020–2022).
Iman meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran (1995) dan MBA Finance dari Leeds University Business School (1997). Pengalaman panjangnya di sektor keuangan dan BUMN menjadikan pengunduran dirinya sebagai langkah yang berdampak besar terhadap persepsi pasar.
Dengan adanya sentimen baru ini, Kementerian Keuangan berharap investor domestik maupun asing dapat lebih aktif masuk ke pasar, sehingga likuiditas meningkat dan IHSG kembali stabil.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
