Infografis tiga kasus keracunan siswa akibat makanan MBG: Trenggalek, Kebumen, Kudus.(Infografis: Minakonews).
Jakarta (DKI). MINAKONEWS – Tiga kasus keracunan massal siswa di Trenggalek, Kebumen, dan Kudus kembali menyorot program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ratusan siswa terdampak, dengan satu korban meninggal dunia. Pemerintah pusat dan daerah diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia dan sistem distribusi makanan.
Kasus Trenggalek
Sebanyak 157 siswa SD dan SMP di Kabupaten Trenggalek (Jawa Timur) mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan MBG pada awal Februari 2026. Sekretaris Dinas Kesehatan Trenggalek, dr. Iwan Setiawan, menyebutkan korban mengalami gejala mual, muntah, dan pusing, dan langsung ditangani di puskesmas serta RSUD Trenggalek. Polisi juga mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium.
Kasus Kebumen
Pada 25 September 2025, sebanyak 157 pelajar SD dan MWI di Kecamatan Petanahan, Kebumen (Jawa Tengah) diduga keracunan setelah menyantap menu soto dan perkedel dari dapur MBG Karanggadung. Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, dr. Iwan Danardono, menyatakan bahwa data awal menunjukkan 123 pelajar mengalami gejala keracunan. Kepala Puskesmas Petanahan, dr. R. Sunarko Slamet MSc, menambahkan bahwa data 157 pasien dihimpun dari laporan guru, bidan, dan orang tua murid.
Kasus Kudus
Pada 28–29 Januari 2026, sebanyak 118–131 siswa SMA Negeri 2 Kudus (Jawa Tengah) mengalami keracunan setelah menyantap menu soto MBG. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini dan menegaskan bahwa SPPG yang mendapat kartu kuning akan menjalani evaluasi menyeluruh. Sekretaris Dinas Kesehatan Kudus, Nuryanto, menjelaskan bahwa pada 29 Januari tercatat 47 siswa rawat inap, sedangkan hari berikutnya berkurang menjadi 21 anak. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa data terbaru menunjukkan 112 siswa dirawat di rumah sakit.
Kesimpulan
Ketiga kasus ini menunjukkan pola berulang: makanan MBG yang tidak terjaga higienitasnya menimbulkan keracunan massal. Dengan narasumber resmi dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, BGN, dan Bupati, berita ini menegaskan perlunya evaluasi nasional terhadap program MBG agar tragedi serupa tidak terulang.
Penulis: Dur Mandala Putra
Editor. : Red. Minakonews.com
