Bupati Pasaman Barat Yulianto menghadiri Kick-Off dan Launching Biochar Digital limbah pertanian di Jorong Bandarejo, 23–25 Februari 2026. (Foto Dok. Diskominfo)
Pasaman Barat (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat meluncurkan sekaligus mensosialisasikan Biochar Digital berbahan limbah pertanian, Selasa (24/02/2026), di lokasi penyulingan nilam milik Sutar, Jorong Bandarejo, Nagari Lingkuang Aua Bandarejo, Kecamatan Pasaman. Acara ini dihadiri Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama mitra kolaborasi Reclimate Sdn. Bhd. dan Koperasi Produsen Hidup Basamo Sepakat.
Produk biochar ini memanfaatkan limbah jagung, nilam, eceng gondok, jerami padi, kakao, kopi, hingga bambu. Fungsinya bukan hanya sebagai pembenah tanah, tetapi juga sebagai penangkap dan penyimpan emisi karbon dioksida (CO₂) dalam jangka panjang. Program ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sesuai Peraturan Presiden, mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca nasional.
Dalam sambutannya, Bupati Yulianto menyebut inovasi ini sebagai langkah konkret menghadapi perubahan iklim. “Kita tidak hanya bicara soal pertanian, tetapi juga tanggung jawab moral memperbaiki iklim global. Pemerintah daerah mendukung penuh sinergi ini karena berdampak langsung pada pengurangan efek rumah kaca,” ujarnya. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi ini demi kontribusi nyata Pasaman Barat dalam pasar karbon nasional.
Manajer Operasional Koperasi Produsen Hidup Basamo Sepakat, Fitra Jaya, menambahkan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Indonesia menurunkan emisi hingga 43,2 persen pada 2030 melalui kolaborasi internasional. Biochar yang dihasilkan bukan sekadar pembenah tanah, melainkan teknologi soil charger yang mampu menyimpan emisi CO₂ dalam jangka panjang.
Proyek ini terafiliasi dengan organisasi karbon internasional seperti Gold Standard dan Verra, sehingga limbah pertanian lokal yang sebelumnya tidak bernilai kini berpotensi menjadi komoditas ekspor dalam bentuk kredit karbon (carbon credit). Dengan demikian, Pasaman Barat menempatkan diri sebagai daerah pionir di Sumatera Barat dalam menggarap potensi pasar karbon sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.coml
