MUI meminta Presiden Prabowo mengevaluasi keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace pasca serangan AS–Israel ke Iran, karena dinilai tidak mencerminkan komitmen perdamaian.(Infografis: Minakonews/ AI).
Jakarta. MINAKONEWS.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan langkah keluar dari Board of Peace (BoP) setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyebut BoP yang dipimpin Presiden AS Donald Trump telah kehilangan legitimasi moral dan tidak mencerminkan komitmen terhadap perdamaian dunia. “BoP yang dia pimpin tidak bisa dipercaya sebagai badan pencipta perdamaian. Itu kamuflase bermotif imperialistik,” ujarnya.
Dalam tausiyah resmi bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026, MUI menilai keanggotaan Indonesia di BoP berpotensi mencederai prinsip politik luar negeri bebas aktif. Sudarnoto menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menciptakan ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 1945.
MUI juga menyerukan negara-negara muslim lainnya untuk mengambil sikap serupa. “Jika Indonesia mundur, itu langkah terhormat. Akan terbuka peluang lain bagi Indonesia untuk menciptakan perdamaian sejati,” tegas Sudarnoto.
Serangan AS–Israel ke Iran telah memicu eskalasi baru di Timur Tengah. Iran membalas dengan menyerang aset militer AS di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak. Ketegangan ini berdampak langsung pada stabilitas kawasan dan penerbangan internasional, termasuk penundaan kepulangan jamaah umrah dan artis Indonesia dari Dubai dan Arab Saudi.
MINAKONEWS akan terus menyajikan informasi resmi dan reputationally safe terkait dinamika geopolitik dan sikap diplomatik Indonesia.
Penulis: Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com
