Indeks

Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik Presiden, Demokrasi Mahasiswa Terancam

Ketua BEM UGM mengalami intimidasi setelah kritik terhadap Presiden dan program MBG. Teror siber, penguntitan, dan tekanan terhadap keluarga menimbulkan kekhawatiran atas independensi gerakan mahasiswa.(Ilustrasi: Minakonews/AI).

Yogyakarta (DIY). MINAKONEWS.
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengalami serangkaian intimidasi setelah melontarkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo Subianto dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Teror yang dialami berupa serangan siber dari nomor asing, penguntitan fisik, hingga tekanan terhadap keluarga, menimbulkan kekhawatiran atas independensi gerakan mahasiswa.

Tiyo sebelumnya menyoroti potensi pergeseran anggaran pendidikan Rp223 triliun ke program MBG dan menolak undangan resmi ke Istana. Kritiknya yang disampaikan dengan gaya provokatif, termasuk menyebut MBG sebagai “Maling Berkedok Gizi” dan Presiden sebagai “Presiden Bodoh”, memicu perhatian luas di ruang publik.

Namun setelah kritik itu viral, Tiyo melaporkan adanya serangan digital berulang, termasuk pesan ancaman dari nomor tidak dikenal. Ia juga mengaku diikuti oleh orang tak dikenal di sekitar kampus. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ruang demokrasi mahasiswa sedang ditekan.

Pemerintah melalui sejumlah pejabat menegaskan bahwa MBG adalah program prioritas untuk mengatasi stunting. Namun tudingan bahwa BEM UGM “dibiayai” pihak tertentu tidak pernah terbukti. Justru fakta yang muncul adalah adanya tekanan terhadap mahasiswa yang kritis.

Pengamat politik menilai intimidasi terhadap Ketua BEM UGM sebagai bentuk pelemahan demokrasi. Gerakan mahasiswa disebut harus dijaga independensinya, sementara ancaman dan teror justru merusak iklim demokrasi.

Penulis: Dur Mandala Putra
Editor. : Red Minakonews.com