Ilustrasi arus balik Lebaran 2026. Diprediksi padat mulai 13–15 April dengan total perjalanan 143,9 juta orang. Mobil pribadi mendominasi, pemerintah siapkan rekayasa lalu lintas, rest area, dan skema kerja dari mana saja.(Ilustrasi: Minakonews/AI).
Jakarta. MINAKONEWS –
Kementerian Perhubungan RI memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan berlangsung pada 13 hingga 15 April. Total perjalanan diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Mobil pribadi masih menjadi moda transportasi dominan dengan porsi sekitar 52 persen, disusul bus antarkota 18 persen, kereta api 12 persen, pesawat 10 persen, dan sepeda motor 8 persen.
Gelombang pertama arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret, sementara gelombang kedua berlangsung pada 28–29 Maret. Untuk mengantisipasi kepadatan, pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan sistem satu arah di Tol Trans-Jawa serta jalur Sumatera. Rest area dan posko kesehatan juga ditambah di titik-titik strategis.
Kereta api dan maskapai penerbangan nasional menambah jadwal perjalanan guna mengakomodasi lonjakan penumpang. Pemerintah mendorong penerapan skema kerja dari mana saja agar pemudik dapat menunda kepulangan dan menghindari puncak arus balik.
Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan malam hari, memeriksa jadwal serta rute alternatif sebelum berangkat, dan memanfaatkan fasilitas posko maupun layanan darurat yang tersedia di jalur utama.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
