Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan sejumlah menteri terkait di Jakarta, membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi global serta strategi memperkuat ketahanan ekonomi nasional l.(Foto Dok. Setpres).
Jakarta (DKI). MINAKONEWS –
Presiden RI Prabowo Subianto menerima Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait di Jakarta, baru-baru ini. Pertemuan ini menyoroti dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap ekonomi global, sekaligus menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi nasional agar stabilitas tetap terjaga di tengah ketidakpastian dunia.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memastikan pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman. Ketersediaan BBM dan gas untuk kebutuhan dalam negeri dijaga, sementara perkembangan harga energi global terus dipantau. Presiden menekankan perlunya langkah mitigasi agar dampak terhadap APBN tetap terkendali.
Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan strategi jangka panjang berupa percepatan program swasembada energi. Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi global. Pemerintah juga mendorong penguatan digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot program digitalisasi penyaluran bantuan sosial, guna meningkatkan efisiensi belanja negara.
“Ketahanan ekonomi nasional harus diperkuat dengan antisipasi yang matang. Pemerintah harus siap menghadapi dinamika global agar stabilitas tetap terjaga,” tegas Presiden dalam arahan kepada jajaran terkait.
Pertemuan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kondisi energi saat ini, tetapi juga pada strategi jangka panjang untuk menjaga kemandirian ekonomi. Dengan kewaspadaan dan kesiapan kebijakan, Indonesia diharapkan mampu menghadapi dampak konflik global tanpa mengorbankan stabilitas dalam negeri.
Penulis: Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com
