T.Datar, MinakoNews.Com,-
Masyarakat terjebak, pegawai menghilang dari ruangan kerjanya. Yang tidak menunjukan bukti telah divaksin urusannya tidak direalisir. Begitu yang terjadi dan dialami masyarakat di T.Datar Luhak Nan Tuo, Senin lalu.
Anggota masyarakat yang berurusan ke kantor Bupati T.Datar mau tidak mau, suka ti -dak suka harus masuk dari pintu gerbang sebe lah Timur. Sesudah pendakian ibarat gunung sampai dipuncak dicegat oleh sejumlah anggo ta Satpol PP. Jika anggota masyarakat yang terjebak itu tidak dapat menunjukan telah divak sin diperintahkan kesebelah posko penjagaan.
Disana dilakukan pevaksinan. Sesudah di-vaksin baru boleh memasuki ruangan yang tuju pada kantor Bupati itu untuk keperluan yang direncanakan dari rumah masing-masing. Sesampai pada suatu ruangan oknum pegawai yang akan ditemui tidak pula ada kecuali yang tidak dibutuhkan.
Sudahlah ambo tajebak, dan divaksin yang dirasakan dipaksa atau terkesan sekali dipaksa, nan diurus indak pulo salasai, kata anggota ma syarakat itu seolah-olah mengeluh. Tapi apo boleh buat begitu kebjikan bupati awak, katanya. Namun itu kabijakan nan kurang bijak ulas nya lagi.
Sehubungan dengan itu menurut Rodi (LK 50) yang baik, bukan pemaksaan. Akan tetapi, yang lebih bagus melalui kesadaran dan me -mang terlebih dahulu bergerak meningkatkan kesadaran masyarakat. Sebab dengan melalui kesadaran akan terujud senang sama senang.
Sementara itu menyangkut vaksin tersebut menurut laki-laki yang berpanggilan Sirin (59) dari Sungaitarab. Tanpa paksaan, tapi dengan upaya menciptakan kesadaran juga bisa sukses. lihat di SMA 1 Sungairarab, Guru dan tenaga kependidikan (GTK) nya 60 dari 62 orang sudah dipaksin (97%)
Dua orang disebabkan faktor kesehatan se cara medis yang belum divaksin. Siswa dan sis winya sudah tercatat ikut vaksin 704 dari 770 orang. Dengan demikian siswa dan siswi SMA itu sudah ikut vaksin 91 %, jelasnya. Kesep sekolah itu waktu dihubungi membenarkan angka tersebut.
Menurut Drs.H.Bulkarnaini Nur, MS.i Dt.Tu naro selaku Kepsek itu mengatakan, resepnya antara pemerintah dengan rakyat ibarat orang tua dengan anaknya. Sepanjang yang kita keta hui, tidak ada orang tua yang berniat buruk ter hadap anaknya. Apalagi vaksin ini menyangkut kesehatan masa depan, apa mungkin orang tua berusaha agar anaknya tidak sehat. (Datuok)
