Tasik, MINAKONEWS.COM – Sepuluh Dewan Pimpinan Cabang Sulit Air Sepakat (DPC SAS) yang terdapat di enam kabupaten dan di empat kota di provinsi Jawa Barat, nampaknya mulai berbenah dan menata kepengurusannya secara administrasi dan manajemen.
DPP SAS memiliki 97 cabang yang terdapat di beberapa kota perantauan di tanah air, dan enam diluar negeri, seperti di Australia, Belanda dan United State, Amerika.
DPP SAS periode 21-25 ini, dipimpin oleh DR H Happy Bone Zulkarnain, MA, setelah Ia terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum pada Mubes SAS XXIII, Maret 2021 silam di nagari Sulit Air kecamatan X Koto Diatas kabupaten Solok, Sumbar.
Koordinator Wilayah (Korwil) DPP SAS Jawa Barat Heri yang dihubungi oleh Media, menyebutkan ada sepuluh DPC SAS di Korwil yang berada di bawah koordinasinya saat ini menata dan berbenah menyusun kepengurusannya.
Pembenahan kepengurusan di sepuluh DPC SAS di Korwil Jawa Barat, nampaknya pembaharuan dari DPP SAS masa 2016-2021 ke Periode 2021-2025, ” ungkap Heri lewat Selulernya.
Kesepuluh DPC SAS di Korwil Jawa Barat, yang sudah aktif dan yang masih menata keberadaannya yakni DPC SAS Parung Panjang diketuai oleh Suherman, Parung Bogor diketuai oleh Al’ Safdar dan kota Bogor diketuai oleh Mister Fery.
Kemudian menyusul DPC SAS kota Depok diketuai oleh Medianto, ST, DPC SAS kota Bekasi diketuai oleh Yarsid Efendi, dan DPC SAS Kabupaten Bekasi diketuai oleh Eva Ningsih yang aktif dan kreatif menggerakkan perkumpulan SAS yang dipimpinnya.
Menyusul DPC SAS Kota Cimahi diketuai oleh Herman, keberadaan perantau Minang disini, nampaknya terpadu dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, bersama sama Ikatan Keluarga Minang (IKM) setempat.
Bandung, terkenal dengan sebutan Bandung Raya, pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, diduga sekitar 30% penduduknya dihuni oleh perantau Minang. Perkumpulan DPC SAS Bandung diketuai oleh Zafrullah aktifis IPPSA ketika mahasiswa di Jogyakarta.
Sementara DPC SAS kota Cerbon dan Tasikmalaya, Si Bungsu kembar yang baru lahir, masing masing diketuai oleh Darmawan dan Risman alias Risto.
Risto yang hijrah ke kota Santri itu setelah purna Bhakti dari PEMDA DKI Jakarta, back to basic sebagai wartawan, dan memimpin media nasional sejak tahun 2019 silam. (Ris-Andi).
